Sejumlah Pejabat Pemkot Diperiksa, Penertiban Pasar Tumpah Diperketat
Surabaya, Nawacita | Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, menyoroti masih maraknya pasar tumpah yang berjualan di badan jalan di Kota Surabaya. Kondisi tersebut dinilai mengganggu fungsi jalan. Bahkan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah diperiksa terkait hal tersebut.
“Fungsi jalan itu ada undang-undangnya, bahkan ada konsekuensi pidananya. Karena itu, terkait pasar tumpah dan pengelolaan pasar, semuanya sudah diperiksa, mulai dari Asisten I, Satpol PP, PD Pasar, Kadis Koperasi, hingga Kabag Perekonomian. Karena dia tidak mengutamakan fungsi jalan,” jelas Walikota Eri, Selasa (28/4/2026).
Eri Cahyadi menegaskan komitmennya untuk mengubah wajah pasar di Kota Surabaya menjadi lebih bersih, nyaman, dan tertata. Upaya ini dilakukan untuk menghapus citra pasar kumuh sekaligus menciptakan lingkungan transaksi yang lebih baik bagi masyarakat.
Menurut Eri, salah satu persoalan utama yang harus diselesaikan adalah keberadaan pedagang di tepi jalan atau pasar tumpah yang dinilai mengganggu fungsi jalan. Ia menekankan bahwa jalan seharusnya digunakan sesuai peruntukannya, bukan untuk aktivitas jual beli.
“Fungsi jalan itu untuk jalan, tidak boleh ada yang berjualan di tepi jalan karena bisa menyebabkan kemacetan,” ujarnya.
Baca Juga: Empat Perjalanan KA Dibatalkan, KAI Daop 8 Surabaya Pastikan Refund 100 Persen
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh pihak mengutamakan fungsi jalan dan menjalankan tugas sesuai aturan. Eri menegaskan, setiap pasar tumpah harus ditertibkan dan para pedagang diarahkan masuk ke dalam pasar resmi yang telah disediakan pemerintah.
Namun demikian, ia mengakui tidak semua pedagang dapat ditempatkan di satu lokasi yang sama. Sebagai contoh, dari sekitar 75 pedagang pasar tumpah, hanya sebagian yang bisa ditampung di Pasar Tembok dengan kapasitas yang telah ditingkatkan dari 135 menjadi 189 stan. Sisanya akan ditempatkan di lokasi lain yang telah disiapkan Pemkot.
“Yang masuk kita undi, sisanya kita tempatkan di lokasi lain yang tidak mengganggu fungsi jalan,” tuturnya.
Eri berharap upaya penataan ini dapat mengubah wajah pasar di Surabaya secara menyeluruh. Ia menargetkan seluruh pasar di Kota Pahlawan sudah bertransformasi menjadi lebih tertib dan nyaman pada tahun 2027.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Tata Ulang KBS, Dukung Pelaksanaan Night Zoo
Untuk tahun 2026, Pemkot menargetkan penataan sekitar 15 pasar, dengan empat pasar di antaranya ditargetkan rampung hingga Mei.
“Karena itu saya berharapnya, di tahun 2027, seperti yang pernah saya sampaikan, seluruh pasar di Surabaya sudah harus berubah. Maka 2026 ini insya Allah ada sekitar 15 pasar ya, tapi yang sampai Mei 4 pasar yang berubah,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga meminta PD Pasar untuk berbenah dan menjalankan aturan yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Eri menegaskan bahwa penertiban ini bukan bentuk pembatasan, melainkan upaya menciptakan ketertiban dan kenyamanan bersama.
“Pemerintah bukan tidak menyediakan tempat, kami menyediakan. Tapi yang pasti tidak boleh mengganggu fungsi jalan,” pungkasnya.
Reporter : Rovallgio

