Surabaya, Nawacita – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi langsung gercep menindaklanjuti jatuhnya korban Proyek Saluran Air di Jalan Raya Margorejo Indah Meski baru saja pulang dari Ibadah Haji, Eri Cahyadi mengunjungi keluarga almarhumah Laila Endriati di Jalan Kawatan 7, Bubutan, Sabtu (13/6/2026) malam.
Terlebih, Laila diketahui meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan akibat terperosok ke dalam lubang proyek saluran air. Korban juga diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Wali Kota Eri Cahyadi.
Dalam kunjungannya, Eri menyampaikan duka mendalam sekaligus permohonan maaf kepada keluarga atas nama Pemerintah Kota Surabaya. Ia mengaku baru mengetahui kabar duka tersebut pada Sabtu pagi setelah kembali dari menjalankan ibadah haji.
“Jadi ada celah di tengah barrier, yang akhirnya dimasuki sepeda motor, padahal harusnya barrier itu rapat. Ini peringatan keras saya buat kontraktor dan buat Kepala Dinas. Akan saya lihat lagi, akan saya berikan sanksi, kenapa terjadi keteredoran seperti ini, agar tidak terulang lagi kejadian yang serupa terhadap proyek-proyek Pemkot,” ujar Eri.
Menurutnya, insiden tersebut menunjukkan adanya dugaan kelalaian dalam sistem pengamanan proyek yang seharusnya menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana maupun dinas terkait. Karena itu, ia memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dokumen pekerjaan proyek tersebut.
“Saya akan lihat yang di dalam dokumen penawaran, dokumen RKS-nya, itu pengamanan terhadap proyek seperti apa. Kalau ternyata pengamanan proyeknya itu tidak dilakukan, dan ternyata dinasnya juga diam, maka saya akan memberi sanksi dan membuat laporan saya sendiri,” tegasnya.
Eri menekankan bahwa pembangunan infrastruktur di Kota Surabaya harus tetap mengutamakan keselamatan masyarakat. Menurutnya, tidak boleh ada korban jiwa yang muncul akibat proyek pembangunan yang sedang berjalan.
“Sanksi ini saya berikan kepada pemerintah Kota Surabaya yang mengurusi proyek agar menyelamatkan warga Kota Surabaya. Pembangunan boleh dijalankan, tapi tidak boleh muncul korban akibat pembangunan dari Kota Surabaya,” katanya.
Di hadapan keluarga korban, Eri kembali menyampaikan permohonan maaf dan menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Surabaya.
“Saya juga mohon maaf kepada keluarga, atas nama Pemerintah Kota. Semoga ini menjadi pembelajaran buat kami dari Pemerintah Kota Surabaya agar kejadian ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Surabaya berjanji akan melakukan investigasi dan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek saluran air tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya kelalaian dalam penerapan standar keselamatan di lokasi pekerjaan.
Reporter : Rovallgio
- Advertisement -