Kemensetneg, LAN, dan Kedutaan Besar Singapura Gelar Networking Session
JAKARTA, Nawacita – Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) melalui Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri (KTLN) bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan Kedutaan Besar SIngapura di Jakarta menyelenggarakan kegiatan Networking Session Singapura–Indonesia di Auditorium LAN, Jakarta. Sebagai bagian dari Young Public Service Leadership Programme, kegiatan ini bertujuan membangun jejaring dan memperkuat kerja sama antara aparatur sipil negara (ASN) Indonesia dan Singapura.
Kegiatan tersebut mempertemukan 35 delegasi pejabat muda Pemerintah Singapura dengan sekitar 30 ASN Indonesia dari berbagai instansi, mulai dari jenjang pengawas hingga administrator. Untuk mendorong pertukaran gagasan yang lebih mendalam, para peserta dibagi ke dalam lima ruang diskusi dengan tema Foreign Affairs & Defense, Economic, Digital Transformation, Human Capital, dan Climate. Forum ini menjadi wadah membangun jejaring sekaligus berbagi perspektif kebijakan, pengalaman, serta praktik terbaik dalam tata kelola pemerintahan.
Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri (KTLN) Kemensetneg, Noviyanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dari upaya strategis memperluas jejaring antar pejabat muda kedua negara, sekaligus memperkuat hubungan bilateral dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia aparatur.
“Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi para pemimpin muda ASN dari kedua negara untuk saling bertukar pengalaman, memperluas jejaring, serta mengidentifikasi peluang kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan. Kami telah merancang sesi ini agar para peserta dapat memaksimalkan waktu melalui diskusi dengan mitra dari berbagai kementerian, baik dari Indonesia maupun Singapura,” ujar Noviyanti.
Lebih lanjut, Noviyanti memaparkan visi pembangunan nasional melalui Asta Cita sebagai arah kebijakan strategis Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Ia menjelaskan bahwa Asta Cita mencakup delapan misi utama yang saling terintegrasi dan diterjemahkan ke dalam sejumlah isu prioritas, antara lain kerja sama luar negeri dan pertahanan, pengembangan sumber daya manusia, iklim dan lingkungan, ekonomi, hingga transformasi digital — tema-tema yang selaras dengan topik diskusi dalam forum ini dan menjadi landasan bagi penguatan jejaring lintas negara.
Noviyanti menegaskan bahwa pencapaian visi tersebut memerlukan kerja sama dan jejaring yang kuat lintas negara, termasuk dengan Singapura, melalui pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik dalam tata kelola pemerintahan.
“Kami tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi dan jejaring dengan mitra regional menjadi kunci untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan delegasi Singapura, Sanjay Manohar Nanwani, menyampaikan bahwa kunjungan ke Jakarta merupakan bagian penting dari Foundation Course, program pengembangan kepemimpinan bagi pejabat muda sektor publik Singapura. Ia menambahkan bahwa program tersebut dirancang untuk membekali pejabat muda dengan pemahaman lintas sektor dan regional, termasuk membangun jejaring dengan rekan-rekan dari negara mitra, sebagai bekal dalam menempati posisi kepemimpinan di masa mendatang.
“Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memahami lebih dalam lingkungan regional, memperluas jejaring, dan mengidentifikasi area kolaborasi baru guna memperkuat hubungan Singapura dan Indonesia,” ujar Sanjay.
Perwakilan Kedutaan Besar Singapura, Yang Kai Ting, mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin antara Kedutaan Besar Singapura, LAN, dan Kemensetneg dalam penyelenggaraan program pengembangan kompetensi ASN. Ia menegaskan bahwa jejaring yang bermakna tidak tumbuh dari pertemuan formal semata, melainkan dari relasi personal dan rasa saling percaya yang dibangun secara konsisten.
“Hubungan antarlembaga tidak hanya dibangun melalui pertemuan formal, tetapi juga melalui relasi personal, pertukaran pengalaman, dan rasa saling percaya. Karena itu, forum ini menjadi kesempatan penting bagi pegawai muda kedua negara untuk membangun jejaring yang lebih erat,” kata Yang.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Kepemimpinan Nasional dan Manajerial ASN LAN, Giri Saptoaji, menegaskan bahwa forum ini memiliki nilai strategis di tengah kompleksitas tantangan kebijakan global yang semakin saling terhubung. Ia juga menyoroti pentingnya diskusi yang terbuka dan jujur, termasuk berbagi tantangan serta area yang masih memerlukan perbaikan, sebagai bagian dari proses pembelajaran bersama.
“Nilai utama dari pertemuan ini bukan sekadar pertukaran informasi, melainkan bagaimana kita memahami alasan di balik pilihan kebijakan, proses implementasinya, serta tantangan nyata di lapangan. Dari sana akan lahir pembelajaran yang bermakna dan ide kolaboratif yang lebih konkret,” jelas Giri.
Melalui forum ini, para peserta berdiskusi dalam lima klaster strategis yang mencakup Foreign Affairs & Defense, Economic, Digital Transformation, Human Capital, dan Climate — topik-topik yang mencerminkan prioritas bersama kedua negara dalam membangun tata kelola pemerintahan yang modern dan adaptif.
Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan semakin mempererat jejaring dan hubungan kerja sama Indonesia–Singapura, sekaligus mendorong terwujudnya ASN yang adaptif, kolaboratif, dan mampu menjawab tantangan tata kelola pemerintahan modern. (Kemensetneg)

