Tuesday, May 5, 2026

Pemkot Surabaya Siapkan Wajah Baru KBS, Fokus Pembenahan Fasad dan Akses Masuk

Pemkot Surabaya Siapkan Wajah Baru KBS, Fokus Pembenahan Fasad dan Akses Masuk

SURABAYA, Nawacita – Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) akan melakukan pembaruan pada Kebun Binatang Surabaya (KBS) dengan fokus utama pada renovasi fasad pintu masuk dan penataan area sekitar.

Eri menjelaskan, rencana tersebut telah dibahas bersama jajaran direksi KBS dan akan menghadirkan perubahan signifikan pada akses masuk pengunjung. Nantinya, pintu masuk kedua akan didesain ulang dengan fasad baru yang terintegrasi dengan ikon Patung Suroboyo serta jalur terowongan (tunnel).

“Insya Allah akan ada perubahan di pintu masuk, termasuk fasad di pintu kedua yang terhubung dengan Patung Suroboyo dan dari tunnel,” ujar Eri, Selasa (5/5/2026).

Selain pintu masuk, Pemkot juga akan melakukan penataan pada sepanjang dinding di kawasan tersebut guna meningkatkan daya tarik wisata. Ia optimistis pembenahan ini mampu mendorong minat masyarakat untuk kembali berkunjung ke KBS.

Menurutnya, proyek ini ditargetkan rampung pada tahun ini, seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung dan pergerakan wisata di KBS yang dinilai sangat positif.

Meski demikian, Eri menegaskan bahwa pembaruan kali ini masih difokuskan pada bagian luar, khususnya fasad pintu masuk. Untuk area dalam kebun binatang, belum akan dilakukan renovasi besar, melainkan hanya penataan ringan.

“Hanya fasad pintu masuk yang kita perbarui, kalau di dalam belum kita sentuh, hanya penataan saja,” jelasnya.

Salah satu inovasi yang disiapkan adalah pengembangan sisi terowongan, di mana masyarakat yang tidak masuk ke area KBS tetap dapat menikmati pemandangan satwa dari titik tertentu. Namun, akses ini tidak akan dibuka secara menyeluruh dan masih dalam tahap perhitungan.

Lebih lanjut, Pemkot Surabaya juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak ketiga melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Eri menyebut, keterlibatan investor atau mitra akan diimbangi dengan pemberian sejumlah privilese tertentu.

“Kalau hanya mengandalkan APBD akan sulit, makanya kita harus berkolaborasi. Pihak ketiga bisa ikut membangun, nanti kita siapkan skema privilege yang bisa diberikan,” pungkasnya.

Reporter : Rovallgio

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru