Peluncuran Program Bedah Rumah di Jatim Diperluas untuk Percepatan Pengentasan RTLH
Surabaya, Nawacita | Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) resmi meluncurkan Program Bedah Rumah (BSPS) di Jatim sebagai langkah percepatan penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) yang berlokasi di Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya.
Peluncuran ini dihadiri oleh Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Anggota DPR Ketua Fraksi Gerindra Dapil Jatim I Komisi VII Bapak Bambang Haryo Sukartono, Walikota Surabaya Eri Cahyadi dan para Kepala daerah terkait yang ditandai dengan seremonial pemukulan gong, Minggu (3/5/2026).
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa program BSPS merupakan instrumen utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Tahun lalu kuota BSPS di Jawa Timur sebanyak 4.165 unit, tahun ini kita tingkatkan secara signifikan menjadi 33.000 unit agar penanganan rumah tidak layak huni bisa lebih cepat,” ujar Menteri Ara.
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan ini menyasar langsung daerah dengan kebutuhan tinggi, termasuk Kabupaten Bangkalan.
Khusus Kelurahan Wonokusumo, tahun 2026 alokasi BSPS menjadi 230 unit rumah yang tersebar di 6 Kecamatan dan 8 Desa dan kota Surabaya sendiri dari alokasi 185 unit menjadi 1.252 unit. Hal Ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat nyata.
Baca Juga: Menteri PKP: Program Renovasi 21.000 Rumah di Papua Dimulai Mei 2026
Sejalan dengan arahan Presiden, pelaksanaan program BSPS juga diarahkan untuk mendorong ekonomi lokal melalui penggunaan material dalam negeri.
“Untuk 33.000 unit BSPS di Jawa Timur, kita akan menggunakan produksi genteng lokal dari para pengusaha di Jawa Timur dan ada informasi dari Trenggalek kalau perlu bata dari UMKM Jawa Timur juga jadi tidak hanya memperbaiki rumah, tapi juga menggerakkan ekonomi daerah,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP juga meninjau beberapa rumah penerima bantuan dan berinteraksi kepada pemilik rumah.
Dalam kegiatan peluncuran ini juga dilakukan simulasi Pemilihan Toko Terbuka (PTT) di Kelurarahan Wonokusumo Kota Surabaya sebagai bentuk komitmen Pemerintah dalam percepatan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni dan pengentasan kemiskinan ekstrem di Provinsi Jawa Timur.
Simulasi Pemilihan Toko Terbuka (PTT) dalam program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) adalah inovasi baru yang berfungsi sebagai “Tender Rakyat” untuk memastikan transparansi dan efisiensi dalam pembelian bahan bangunan. Melalui mekanisme ini, Kelompok Penerima Bantuan (KPB) dapat memilih toko penyedia dengan harga dan kualitas terbaik.
Baca Juga: Menteri PKP, Menteri ATR/BPN, dan Mendagri Bahas Kepastian Tata Ruang untuk Perumahan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui program BSPS yang dinilai sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada Kementerian PKP atas peluncuran program BSPS dan PTT ini. Masih banyak rumah tidak layak huni di Jawa Timur, dan program ini sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Program BSPS dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat, di mana penerima bantuan terlibat langsung dalam proses pembangunan rumahnya.
Melalui peluncuran ini, Kementerian PKP berharap percepatan penanganan RTLH di Jawa Timur dapat berjalan lebih optimal, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Kementerian PKP menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program perumahan yang tidak hanya menghadirkan hunian layak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. pkp

