Tuesday, May 5, 2026

Maruarar Sirait Konsolidasikan PIKI di Jawa Timur, Fokus Pada Pengembangan SDM

Maruarar Sirait Konsolidasikan PIKI di Jawa Timur, Fokus Pada Pengembangan SDM

SURABAYA, Nawacita – Pertemuan perdana Ketua Umum DPP Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI), Maruarar Sirait, bersama jajaran pengurus DPD dan DPC Jawa Timur berlangsung hangat dan penuh keakraban di Surabaya. Agenda ini menjadi momentum awal konsolidasi organisasi pasca kongres nasional sekaligus penegasan arah baru kepemimpinan PIKI periode 2026–2031.

Maruarar, yang juga menjabat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, hadir untuk menyampaikan visi kepemimpinannya usai terpilih dalam Kongres VII PIKI di Jakarta pada 30 April–2 Mei 2026. Dalam forum tersebut, ia terpilih bersama Benyamin Patondok sebagai Sekretaris Jenderal.

Kongres yang digelar di Jakarta itu tidak hanya menetapkan kepengurusan baru, tetapi juga menjadi ruang evaluasi atas berbagai tantangan organisasi intelektual Kristen di Indonesia. Isu regenerasi, dinamika internal, hingga tuntutan agar PIKI semakin relevan terhadap persoalan kebangsaan menjadi perhatian utama. Sejumlah peserta bahkan mendorong PIKI untuk bertransformasi menjadi pusat pemikiran (think tank) yang mampu menghasilkan gagasan strategis bagi bangsa.

Dalam pertemuan terbatas bersama pengurus DPD PIKI Jawa Timur, Maruarar menegaskan bahwa tantangan utama organisasi intelektual saat ini bukan sekadar menjaga eksistensi, melainkan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: PIKI Lantik Pengurus Lima DPC di Jatim, Siap Perluas Jaringan Pelayanan hingga Kabupaten/Kota

“PIKI tidak boleh hanya menjadi organisasi administratif. PIKI harus menjadi rumah besar intelektual Kristen yang hidup, terbuka, dan mampu menjawab persoalan bangsa dengan gagasan,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Ia menyoroti sejumlah persoalan seperti fragmentasi jejaring intelektual, minimnya kolaborasi lintas lembaga, serta belum optimalnya sinergi antara gereja, akademisi, dan kalangan profesional. Menurutnya, konsolidasi menjadi kunci untuk memperkuat kontribusi organisasi.

“Kalau intelektual Kristen bergerak sendiri-sendiri, dampaknya terbatas. Tetapi jika disatukan dalam semangat pelayanan dan kebangsaan, kontribusinya akan jauh lebih kuat,” tambahnya.

Visi tersebut akan diwujudkan melalui penguatan sumber daya manusia, peningkatan kolaborasi dengan gereja dan perguruan tinggi Kristen, serta konsolidasi organisasi hingga tingkat daerah. PIKI juga diarahkan menjadi ruang oikumenis yang merangkul berbagai latar belakang profesi sebagai wadah pertukaran gagasan strategis.

Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah tokoh pengurus daerah, di antaranya Ketua DPD Jawa Timur Daniel Rohi, Ketua Dewan Pakar Raja Oloan Saut Gurning, Sekretaris Dewan Pakar Tigor Wilfritz Siaduon Panjaitan, serta anggota Dewan Pakar Sautma Ronni Basana. Hadir pula Dewan Penasihat DPC Surabaya Yusak Maleta dan Wakil Ketua Bidang Ekonomi dan Bisnis Ivan Arista Sukuwandono, serta perwakilan DPC dari Sidoarjo dan Kota Batu.

Ketua DPD Jawa Timur, Daniel Rohi, menyampaikan apresiasi atas arah baru kepemimpinan tersebut. Ia menilai visi yang dibawa Maruarar memberi harapan agar PIKI semakin relevan dengan perkembangan zaman.

“Visi ini sangat tepat. Kami di daerah siap mendukung agar PIKI bergerak lebih progresif, adaptif, dan kontributif dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta tantangan kebangsaan,” ujarnya.

Menutup pertemuan, Maruarar mengingatkan pentingnya menghadirkan pemikiran kritis sekaligus aksi nyata dalam kebijakan publik. Ia menegaskan bahwa intelektualitas harus berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan teladan tokoh nasional seperti Johannes Leimena, T. B. Simatupang, Sabam Sirait, dan Radius Prawiro yang menunjukkan bahwa gagasan harus diwujudkan dalam pengabdian nyata bagi bangsa dan negara.

“PIKI tidak cukup hanya melahirkan gagasan. Organisasi ini juga harus mampu menghadirkan rekomendasi dan keterlibatan nyata dalam isu-isu publik, sehingga intelektualitas memiliki dampak yang dirasakan masyarakat,” pungkas Maruarar Sirait.

Reporter : Rovallgio

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru