Saturday, June 20, 2026

Wagub Banten Sebut Santri Perintis Masa Depan Bangsa

Wagub Banten Sebut Santri Perintis Masa Depan Bangsa

Lebak, Nawacita – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah berpesan kepada para santri Pondok Pesantren Modern Al Khanza agar terus menambah ilmu pengetahuan, menjaga akhlak, serta menjalani kehidupan dengan penuh keikhlasan dan kesabaran setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.

Pesan tersebut disampaikan Dimyati saat menghadiri Wisuda Santri Angkatan I Tahun 2026 Pondok Pesantren Modern Al Khanza di Cibadak, Kabupaten Lebak, Sabtu (20/6/2026).

Dalam sambutannya, Dimyati mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang menjadi angkatan pertama di pondok pesantren tersebut. Menurutnya, para lulusan memiliki peran penting sebagai perintis yang akan membawa nama baik pesantren di tengah masyarakat.

“Selamat kepada anak-anakku sekalian yang sudah diwisuda. Saudara adalah perintis pondok pesantren ini,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa kehidupan setelah lulus dari pesantren akan diwarnai berbagai tantangan. Karena itu, para santri diminta tetap berpegang teguh pada nilai keikhlasan, kesabaran, dan istiqamah dalam menjalani kehidupan.

“Setelah lulus pasti akan berlayar di kehidupan. Pasti akan menemui angin badai atau topan, panas dan hujan. Kalau kalian betul-betul lurus, ikhlas dan sabar, kalian akan menjadi kiai atau ustazah,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Dimyati juga menyampaikan apresiasi kepada para kiai, ustaz, ustazah, dan seluruh pengelola pondok pesantren yang dinilainya telah berkontribusi besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Telah memberikan dukungan kepada negara khususnya pemerintah dalam mencerdaskan bangsa,” ucapnya.

Selain memberikan motivasi kepada para santri, Dimyati juga memaparkan empat tipe manusia menurut pandangannya. Pertama, manusia yang selalu mempermasalahkan setiap persoalan sehingga cenderung melihat segala sesuatu dari sisi negatif.

Kedua, manusia biasa yang hanya menceritakan masalah tanpa berupaya mencari jalan keluar. Kelompok ini, menurutnya, lebih banyak mengeluh, marah, dan menyalahkan keadaan.

Sementara itu, tipe ketiga adalah manusia bijaksana yang mampu menghadirkan solusi atas setiap persoalan. Adapun tingkatan tertinggi adalah manusia yang beriman dan bertakwa, yakni mereka yang tetap bersyukur dalam setiap keadaan karena meyakini setiap ujian akan mengangkat derajatnya.

“Dikasih apa pun oleh Allah SWT, dia bersyukur. Dengan ujian dia akan diangkat derajat dan martabatnya,” tuturnya.

Dimyati juga menjelaskan filosofi kata “santri” sebagai akronim nilai-nilai yang harus dimiliki setiap lulusan pesantren. Huruf S berarti sains atau ilmu pengetahuan, A berarti akhlak, N berarti Nation atau komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), T berarti taat, R berarti ramah, serta I yang bermakna iman dan takwa.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al Khanza, KH Ade Bujairimi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur Banten dalam prosesi wisuda angkatan pertama tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Modern Al Khanza mengembangkan sistem pendidikan yang memadukan kurikulum modern dengan pendidikan salafiyah sebagai upaya membentuk santri yang memiliki penguasaan ilmu pengetahuan sekaligus nilai-nilai keislaman yang kuat.

“Pendidikan salafi sangat dibutuhkan. Pendidikan modern juga sangat dibutuhkan. Maka kami satukan,” ungkapnya.

Menurut KH Ade Bujairimi, perpaduan kedua sistem pendidikan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang berilmu, berakhlak mulia, memiliki wawasan kebangsaan, serta siap memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

 

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru