Wednesday, April 29, 2026

43.812 Jemaah Haji Tiba di Madinah, 9.206 Lansia Jadi Perhatian

43.812 Jemaah Haji Tiba di Madinah, 9.206 Lansia Jadi Perhatian

Madinah, Nawacita | Arus kedatangan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci terus mengalir deras. Berdasarkan data terbaru, puluhan ribu jemaah sudah mendarat di Madinah, sebagian besar di antaranya masuk kategori lansia yang membutuhkan perhatian ekstra.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Abdul Basir mengungkapkan hingga pukul 18.00 waktu Arab Saudi (WAS), tercatat sudah ada 113 kelompok terbang (kloter) yang tiba.

“Untuk update kedatangan jemaah haji Indonesia sampai dengan pukul 6 sore waktu Arab Saudi, saat ini sudah landing sebanyak 113 kloter dengan jumlah jemaah 43.812,” kata Basir kepada tim Media Center Haji di Bandara AMAA Madinah, Selasa (28/4/2026).

Basir merinci, dari total puluhan ribu jemaah tersebut, porsi jemaah lansia cukup signifikan, yakni mencapai ribuan orang.

“Sedangkan untuk jemaah lansia totalnya ada 9.206 orang. Kalau diperkirakan sekitar ada 20 persen dari jemaah kita itu merupakan jemaah kategori lansia,” tambahnya.

Baca Juga: Kemenkes: 10–15 Persen Jemaah Haji Alami Gangguan Mental, Banyak Lansia Demensia

Seiring dengan tingginya jumlah jemaah yang tiba, faktor kesehatan menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan. Faktor kelelahan akibat perjalanan panjang lintas benua mulai berdampak pada kondisi fisik maupun mental jemaah.

Beberapa jemaah dilaporkan mulai menunjukkan gejala demensia atau disorientasi. Hal ini ditengarai akibat kelelahan hebat dan kurangnya asupan cairan selama berada di dalam pesawat.

Menyikapi hal ini, petugas diimbau untuk lebih proaktif membantu jemaah melakukan relaksasi selama penerbangan. Selain itu, jemaah lansia sangat disarankan untuk menggunakan pengaman atau popok sejak dari Tanah Air demi menjaga kenyamanan dan kesehatan selama perjalanan udara yang memakan waktu belasan jam.

Baca Juga: 9.111 Jemaah Haji Berangkat di Hari ke-8, Proses Lancar namun Kursi Kosong Bertambah

Abdul Basir menjelaskan, gangguan kesehatan yang dialami jemaah saat baru tiba di bandara sering kali dipicu oleh hal-hal mendasar yang terabaikan, terutama soal konsumsi air minum.

“Penyebab utamanya karena mungkin kurangnya konsumsi air ya, kurang minum, sehingga menyebabkan pasokan oksigen berkurang,” jelas Basir.

Kondisi ini diperparah dengan profil jemaah yang mayoritas belum pernah melakukan perjalanan jarak jauh sebelumnya. Rasa lelah yang menumpuk membuat kondisi fisik mereka rentan drop begitu menginjakkan kaki di bandara.

“Dan bisa jadi karena jemaah-jemaah ini belum pernah melakukan perjalanan yang panjang, yang melelahkan, sehingga ketika mereka sampai di tempat dengan kondisi fisik yang lelah mengalami sedikit gangguan,” pungkasnya. dtk

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru