Gubes Unair: Pentingnya AI di Industri Pariwisata Halal
Surabaya, Nawacita – Pariwisata halal di Indonesia tumbuh pesat, Indonesia menjadi peringkat pertama bersama Malaysia di tingkat global. Setelah pulihnya pandemi Covid-19, sektor-sektor seperti pariwisata, resor ramah muslim, hotel, dan restoran akan tumbuh pesat di masa depan. Hal tersebut diungkapkan oleh Prof Dr Ririn Tri Ratnasari SE MSi dalam pidato pengukuhan sebagai guru besar (gubes) dengan judul “Pengembangan Pariwisata Halal Berbasis Teknologi, Sudah Saatnya Menguatkan SDM Melalui Sertifikasi Profesional”.
Upacara pengukuhan di Aula Garuda Mukti, Universitas Airlangga (UNAIR) pada jumat (8/9) menyoroti pentingnya teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan wisata halal
AI mendukung otomatisasi pengembangan pariwisata halal yang memberikan banyak peluang bagi perusahaan. AI dapat membangun jaringan kuat dan dinamis serta menghubungkan semua anggota dalam ekosistem. Di masa depan, pariwisata juga akan menggunakan teknologi robotik untuk meningkatkan pengalaman layanan wisatawan. AI akan membantu wisatawan Muslim dalam memilih destinasi dan paket perjalanan yang cocok dengan pemasaran di situs perusahaan dan media sosial saat perencanaan
Baca Juga : Bank Indonesia – UNAIR dan ISEI Gelar Ejavec 2023 Bahas Resiliensi Ekonomi Jawa Timur
Chatbots merupakan alat AI yang dapat membantu wisatawan Muslim dalam perencanaan perjalanan dengan memberikan data dan informasi yang relevan.
Menurutnya, AI berperan penting dalam mengubah data besar di media sosial menjadi informasi berguna. AI menawarkan solusi kuat untuk wisatawan muslim, seperti analitik media sosial dan rekomendasi pariwisata. Pentingnya sertifikasi profesional, meskipun teknologi terbaik. Tantangan AI termasuk keamanan data, biaya tinggi, kebutuhan ahli AI, dan masalah etika
“Untuk mengoptimalkan AI, maka butuh dukungan dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu mengelola pariwisata halal berbasis teknologi AI yang ahli dan kompeten,” ujarnya
Baca Juga : UNAIR-BMKG Gelar Literasi dan Edukasi Iklim untuk Generasi Muda
Penguatan SDM profesional untuk sektor pariwisata halal dapat dilakukan melalui sertifikasi professional. Tidak semua SDM di industri ini memiliki pendidikan yang sesuai dengan pekerjaannya. Oleh karena itu, sertifikasi diperlukan untuk meningkatkan keahlian dan kompetensi.
Kementerian Pariwisata dapat menyediakan kurikulum berbasis digital, seperti pemasaran, kewirausahaan, dan pelayanan berbasis digital.” tutup Guru Besar FEB UNAIR
dn

