Mahasiswa ITS Kenalkan Teknologi ATSMC untuk Budidaya Jamur di Ponorogo

Teknologi Jamur
Budidaya Jamur dengan Teknologo ATSMC bersama KKN Mahasiswa ITS Surabaya
top banner

Teknologi ATSMC (Automatic Temperature and Moisture Stabilizer For Mushroom Cultivication)

Ponorogo | Nawacita – Mahasiswa ITS Surabaya jurusan Fisika belum lama ini melakukan Kuliah Kerja Nyata di Desa Nailan Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo. Desa Nailan merupakan daerah penghasil Jamur tiram dari hasil pertaniannya yang perlu ditingkatkan kualitas produksinya dengan menggunakan teknologi ATSMC Kerjasama dengan para mahasiswa ITS yang sedang KKN.

Selama ini, masyarakat hanya memanfaatkan suhu ruang untuk budidaya jamur tiram. Penyiraman untuk meningkatkan kelembaban udara dan menurunkan suhu ruang juga masih dilaksanakan secara manual dengan memperkirakan panas dingin udara tanpa mengukur suhu dan kelembaban udara secara akurat. Budidaya jamur yang sangat bergantung pada kelembaban udara ini dapat dioptimalkan dengan pengukuran suhu dan kelembaban secara akurat serta pengaturan suhu sesuai dengan masa pertumbuhan jamur dengan cara penyiraman otomatis serta pengaturan suhu dan kelembaban secara otomatis memanfaatkan pengondisi udara.

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan pelatihan bagi petani jamur di Desa Nailan Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo membuat dan menerapkan automatic temperature and moisture stabilizer for mushroom cultivication (OTSMC) yang berbasis sel surya sehingga dapat mengoptimalkan kondisi ruang budidaya dengan biaya yang sangat minim karena sumber energi berasal dari panel surya. Harapan dari tim pengabdi (KKN) dengan kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk budidaya jamur tiram, yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan pertumbuhan ekonomi Desa Nailan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.

 

Konsep Kegiatan Menggunakan TTG

Peningkatan kualitas petani jamur untuk memanfaatkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas jamur tiram yang dihasilkan dan dihubungkan dengan kesejahteraan masyarakat. Teknologi tepat guna yang dikembangkan juga memanfaatkan sistem otomasi pengaturan dan pemantauan suhu dan kelembaban yang dihubungkan dengan IoT serta memanfaatkan tenaga surya sebagai pembangkit listrik. Mengingat cuaca ekstrem yang terjadi beberapa tahun ke belakang, maka pembuatan teknologi tepat guna untuk pengaturan suhu dan kelembaban ruang budidaya jamur tiram adalah sangat mendesak. (*)

 

Nb: KKN dilakukan oleh Mahasiswa ITS jurusan Fisika ITS Surabaya

 

 

 

 

 

 

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here