Wednesday, May 6, 2026

CERIA: Dispusip Surabaya Latih Orang Tua Pemula Bangun Bonding Lewat Dongeng

CERIA: Dispusip Surabaya Latih Orang Tua Pemula Bangun Bonding Lewat Dongeng

Surabaya, Nawacita | Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya menggelar pelatihan bercerita bagi orang tua pemula bertajuk CERIA (Cerita Ayah Eri dan Bunda Rini Itu Asyik) di Gedung Wanita Candra Kencana, Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran keluarga dalam membangun karakter anak melalui kebiasaan sederhana, yakni mendongeng.

Melalui program CERIA, Dispusip Surabaya mendorong kolaborasi peran ayah dan ibu dalam pengasuhan. Dengan kebersamaan tersebut, diharapkan tercipta keluarga harmonis yang menjadi fondasi bagi masa depan anak-anak yang lebih baik.

Kepala Dispusip Kota Surabaya, Yusuf Masruh, mengatakan bahwa penguatan literasi tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi dengan masyarakat.

“Alhamdulillah, untuk literasi warga Kota Surabaya kita memang harus saling bersinergi antara pemerintah maupun warga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bimtek ini menyasar keluarga pemula agar mampu membangun kebiasaan bercerita kepada anak. Menurutnya, aktivitas sederhana tersebut memiliki dampak besar terhadap perkembangan anak, baik dari sisi bahasa maupun karakter.

Baca Juga: Bunda Rini Apresiasi Jalannya Program CERIA, Dorong Kebiasaan Mendongeng Untuk Bangun Karakter Anak

“Ini pertemuan awal untuk bimtek ayah pemula, ibu pemula. Harapannya keluarga pemula ini bisa bercerita dan memberikan wawasan kepada putra-putrinya masing-masing,” jelasnya.

Program ini tidak hanya berhenti pada satu kegiatan, melainkan akan dikembangkan lebih luas hingga ke tingkat wilayah. Dispusip berencana menggelar bimtek serupa di kecamatan dan kelurahan agar jangkauan program semakin luas.

“Nanti kita kembangkan di wilayah-wilayah, kita adakan bimtek di kecamatan dan kelurahan agar semakin banyak yang terlibat,” imbuhnya.

Yusuf juga menekankan pentingnya peran ayah dalam proses tumbuh kembang anak. Ia menilai, selama ini peran tersebut masih cenderung didominasi oleh ibu, padahal anak membutuhkan figur keduanya secara seimbang.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Berlakukan Voucher Parkir, Dorong Digitalisasi Pembayaran Non Tunai

“Anak itu selain butuh ibu, juga membutuhkan sosok ayah. Cerita untuk anak tidak harus di hari kerja, bisa sore hari. Ini akan menambah kosakata anak dan membentuk karakter,” tuturnya.

Dengan kebiasaan bercerita sejak dini, ia optimistis anak-anak akan memiliki bekal bahasa yang kuat sebelum memasuki jenjang pendidikan formal.

“Sehingga nanti saat masuk sekolah, anak tinggal mengembangkan kemampuan teks dan numeriknya saja, karena kosakatanya sudah banyak terekam,” katanya.

Bimtek ini diikuti sebanyak 300 peserta pada gelombang pertama. Sementara itu, gelombang kedua akan kembali digelar pada 11 Mei dengan jumlah peserta yang sama.

“Peserta ini nantinya menjadi embrio untuk membantu teman-teman lainnya di tingkat kelurahan dan kecamatan,” pungkasnya.

Reporter : Rovallgio

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru