Partai Demokrat kubu AHY Buka Suara Terkait Yusril Mahendra jadi Kuasa Hukum KSP Moeldoko

0
365

Jakarta, Nawacita – Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akhirnya buka suara terkait pernyataan Yusril Ihza Mahendra yang mengakui bahwa, kepindahannya menjadi kuasa hukum Partai Demokrat kubu KSP Moeldoko karena ia peduli pada masalah sistem demokratisasi di dalam partai politik.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat kubu AHY, Herzaky Mahendra Putra menyebut bahwa pindahnya Yusril ke Kubu KSP Moeldoko adalah semata-mata untuk mengejar rupiah.

“Mengapa sekarang Pak Yusril koar-koar seakan-akan demi demokrasi? Ini yang bikin kader Partai Demokrat marah. Kalau demi uang, ya uang gitu, jangan bawa-bawa demokrasi,” kata Herzaky Mahendra di Herzaky di PTUN Jakarta, Kamis (30/9/2021).

”Sudahlah Bang Yusril akui aja pembelaan bang Yusril terhadap KSP moeldoko ini demi rupiah, bukan demi demokrasi, karena itu pasti akan lebih masuk akal,” sambungnya.

Atas ucapannya itu, Herzaky beralaskan bahwa dulu pihaknya, Partai Demokrat yang dipimpin oleh AHY sempat ingin melakukan negosisasi dengan Yusri Ihza Mahendar untuk menjadi pengacaranya.

Namun, negosiasi tersebut tidak berjalan dengan lancar, sebab Yusri mematok harga yang fantastis.

“Yang kami ketahui, bahwa seminggu sebelum keluarnya keputusan Kementerian Hukum dan HAM ada masukan kepada DPP Partai Demokrat untuk menggunakan jasa Bapak Yusril selaku pengacara demokrat,” jelasnya.

“Kemudian kita pun mencoba melakukan pendekatan kepada beliau tetapi kerja sama itu urung dilakukan karena beliau mematok harga yang tidak masuk akal,” ucap Herzaky.

Selain itu, Herzaky juga menyampaikan bahwa Partai Demokrat yakin jika Kementerian Hukum dan HAM akan menolak hasil AD/ART yang diserahkan Kubu KSP Moeldoko. Serta rekam jejak Yusril sebagai pengacara tidaklah mulus, banyak kasus-kasus yang ditangani Yusril kalah.

“Pak Yusril kalau jadi pengacara juga tidak selalu menang kok. Banyak sekali kasus-kasus yang beliau juga kalah. Apalagi kami yakin, kami berada di pihak yang benar,” ungkapnya.

“Bukti bahwa Yusril tidak selalu menang, kemaren dalam sengketa Pilkada 2020 saja salah satu kader kami pakai Yusril dan kalah. Nah ini contoh aja. Silakan kasus lain yang pakai jasa Yusril kalah, silakan ditelusuri saja,” tambah Herzaky.

Sebagai informasi, sebelumnya Yusril Mahendra menyatakan bahwa dirinya telah menerima tawaran untuk menjadi kuasa hukum dari kubu KSP Moeldoko karena peduli pada masalah sistem demokratisasi di dalam partai politik.

Yusril dipercaya oleh Moeldoko untuk mengajukan uji materi Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat tahun 2020 ke Mahkamah Agung atau MA.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY