2 Dekade Demokrat, Ketum AHY Bandingkan Rasio Hutang Era Jokowi dan SBY

0
147

Jakarta, Nawacita – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sudah melampaui 40 persen atau sudah mencapai sekitar Rp 6.570 triliun pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu jauh berbeda, saat kepemimpinan  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang mana selama 10 kepemimpinannya berhasil mengikis utang Indonesia.

“Menurunkan rasio utang luar negeri terhadap PDB secara signifikan. Kita tahu berapa rasio utang kita hari ini terhadap PDB,” kata AHY, dalam sambutan di acara peringatan HUT ke-20 Partai Demokrat, Kamis (9/9/2021).

AHY menjelaskan, awal pemerintahan SBY pada 2004, rasio utang terhadap PDB tercatat sebesar 57 persen. Tetapi, di akhir masa jabatannya, pada 2014, rasionya menurun hingga 24,74 persen.

“Ekonomi kita tumbuh tinggi dengan rata-rata sekitar 6% selama kurang lebih 10 tahun tadi dan meski dunia menghadapi krisis ekonomi global pada tahun 2008 kita juga tidak sangat terpuruk. Bahkan di antara negara-negara G20, pertumbuhan ekonomi kita tertinggi kedua di dunia setelah Tiongkok memberikan jalan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Lebih lanjut, AHY juga menyinggung soal pembangunan di era SBY, yang mana mampu berjalan dengan baik tanpa mengorbankan sektor kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan rakyat.

“Alhamdulillah pendapatan masyarakat kita ketika itu juga (era SBY) terus meningkat secara signifikan, serta sebaliknya angka kemiskinan ketimpangan juga pengangguran dapat ditekan dan diturunkan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, dari segi kebebasan dan kerukunan, AHY menilai era SBY mampu dijaga dengan baik.

“Dalam aspek yang lain kita tahu kehidupan demokrasi serta kedamaian kebinekaan dan kerukunan antaranak bangsa dapat terjaga dengan baik. Termasuk kebebasan pers dan civil society,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY