Monday, June 22, 2026

Dirut Pos Indonesia Ungkap Rencana Besar Subholding Logistik BUMN

Dirut Pos Indonesia Ungkap Rencana Besar Subholding Logistik BUMN

JAKARTA, Nawacita – Pos Indonesia mempercepat langkah transformasi bisnis dengan membentuk ekosistem subholding logistik BUMN yang akan mengintegrasikan sejumlah perusahaan dalam satu sistem terpusat.

Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, menyampaikan bahwa konsolidasi ini merupakan bagian dari penugasan Danantara dan telah dipaparkan kepada Komisi VI DPR RI, termasuk laporan kinerja keuangan 2025 versi unaudited.

Ia menjelaskan, sebanyak 7 dari total 15 entitas BUMN logistik telah diproses untuk digabung dalam satu “surviving entity” yang ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Juli.

“7 perusahaan sudah kami proses untuk dilebur menjadi satu entitas yang akan mulai beroperasi pada 1 Juli. Ini bagian dari konsolidasi besar yang sedang berjalan,” kata Daud Joseph kepada awak media, Senin (22/6/2026).

Selain itu, dua perusahaan lainnya masih dalam tahap kajian sebelum masuk ke fase penggabungan berikutnya setelah mendapat persetujuan lebih lanjut.

Baca Juga: Kemensos Gandeng PT Pos Indonesia, Perluas Dukungan untuk Sekolah Rakyat

Transformasi ini juga mencakup restrukturisasi bisnis jangka panjang untuk menyesuaikan Pos Indonesia dengan dinamika industri logistik modern.

Perusahaan memperkuat layanan digital melalui aplikasi “Pos Aja” untuk pengiriman paket, “Pospay” untuk layanan pembayaran, serta platform integrasi logistik bernama GLID yang akan menghubungkan seluruh entitas BUMN logistik.

Daud menegaskan, kekuatan utama Pos Indonesia berada pada jaringan luas yang mencakup 5.597 titik layanan di seluruh Indonesia, termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

“Kami punya infrastruktur hingga pelosok Nusantara yang menjadi keunggulan dibanding pemain logistik lain,” ujarnya.

Ia juga menyebut Pos Indonesia akan memperkuat kolaborasi dengan pelaku e-commerce dan marketplace, dengan fokus pada ketepatan pengiriman dan standar layanan atau SLA yang lebih kompetitif.

Dalam skema baru ini, Pos Indonesia ditetapkan sebagai salah satu “anchor” dalam sistem logistik nasional yang menghubungkan sekitar 700 pelaku usaha kurir dan logistik di Indonesia.

(Khalied Malvino)

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru