Monday, June 22, 2026

Ratusan Masyarakat Sipil Gelar Aksi #ReformatiIndonesia di Surabaya, Soroti 9 Kegagalan Rezim Prabowo-Gibran

Ratusan Masyarakat Sipil Gelar Aksi #ReformatiIndonesia di Surabaya, Soroti 9 Kegagalan Rezim Prabowo-Gibran

SURABAYA, Nawacita – Ratusan masyarakat sipil dari berbagai organisasi dan komunitas turun ke jalan dalam aksi bertajuk #ReformatiIndonesia di Surabaya, Senin (22/6/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Massa aksi yang menamai dirinya “Rakyat Surabaya Menggugat” terlebih dahulu berkumpul di Monumen Bambu Runcing sebelum melakukan long march menuju Gedung Negara Grahadi. Selama aksi berlangsung, peserta membawa berbagai poster dan spanduk berisi kritik terhadap kondisi politik, hukum, ekonomi, hingga demokrasi di Indonesia.

Teriakan protes masyarakat terkait berbagai program serta kebijakan pemerintah yang dianggap tidak mementingkan hak masyarakat sipil.

“Prabowo-Gibran, Turunkan. Turunkan, Prabowo-Gibran” sorak orator dalam massa aksi tersebut.

Juru bicara aksi, Miftakhur Rohmah dari CLeP Fakultas Hukum Universitas Airlangga, menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan hasil konsolidasi berbagai elemen masyarakat sipil.

Baca Juga: Aksi Mahasiswa dan Petani di DPR Berlangsung, Massa Siap Cor Tubuh

“Massa aksi ini berasal dari berbagai elemen masyarakat sipil, ada organisasi NGO, NGO perempuan dan berbagai organisasi lainnya. Jadi kami bergabung bersama,” ujarnya.

Menurutnya, peserta aksi telah melakukan kajian terhadap berbagai persoalan yang dinilai terjadi di Indonesia saat ini. Dari hasil kajian tersebut, mereka merumuskan sembilan persoalan utama yang disebut sebagai Nawa-Nestapa atau sembilan kegagalan pemerintahan saat ini.

Ratusan Masyarakat Sipil Gelar Aksi #ReformatiIndonesia
Aksi #ReformatiIndonesia di Surabaya, Soroti 9 Kegagalan Rezim Prabowo-Gibran (Foto : Rovallgio/Nawacita).

“Ya ke situasi saat ini, jadi kami mengkaji beberapa hal kenapa ada apa sih dengan Indonesia selama ini. Lalu yang ada adalah ya kami merumuskan ada namanya 9 nestapa, 9 garis besar masalah-masalah yang ada di Indonesia saat ini,” kata Miftakhur.

Setelah mengidentifikasi berbagai persoalan tersebut, massa aksi kemudian menyusun sejumlah tuntutan yang disuarakan dalam demonstrasi.

“Lalu setelah itu kami setelah merumuskan apa saja sih masalah yang dihadapi, mendengarkan masalah yang dihadapi, kami akhirnya ya merumuskan tuntutan itu,” lanjutnya.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni mendesak turunnya Prabowo-Gibran, pembentukan pemerintahan transisi, serta memperkuat konsolidasi masyarakat sipil.

“Harapannya clear, dengan tuntutan-tuntutan pertama turunnya Prabowo Gibran, yang kedua pembentukan pemerintahan transisi, yang ketiga kita ingin adanya konsolidasi masyarakat sipil,” tegasnya.

Miftakhur menambahkan, aksi #ReformatiIndonesia di Surabaya bukanlah agenda yang berhenti pada satu momentum saja. Ia menyebut gerakan tersebut akan terus berlanjut sebagai bentuk pengawalan terhadap situasi demokrasi dan pemerintahan di Indonesia.

“Aksi ini baru pertama kali, ini akan longitudinal dan kami harap semangat ini tidak berhenti hari ini,” ujarnya.

Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi menyoroti sembilan persoalan yang mereka sebut sebagai Nawa-Nestapa, yakni krisis legitimasi dan pelanggaran etika konstitusional, pengabaian prinsip demokrasi deliberatif dan partisipasi publik, pelemahan negara hukum dan akuntabilitas kekuasaan, militerisasi kekuasaan dan kemunduran supremasi sipil, konsentrasi kekuasaan aparat keamanan dan Polri yang dinilai semakin dominan, krisis lingkungan hidup dan perampasan ruang hidup rakyat, memburuknya kondisi sosial-ekonomi masyarakat, menguatnya kartel politik dan oligarki kekuasaan, serta kegagalan perlindungan terhadap kelompok rentan dan minoritas.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan menjadi salah satu bentuk penyampaian aspirasi masyarakat sipil terhadap kondisi pemerintahan nasional saat ini.

Reporter : Rovallgio

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru