Santri Millenial: Mengasah Kemampuan Berbahasa Santri Dengan Rangking 1 Bahasa Dan Giant Scrabble

0
231

Langsa, Nawacita – Istilah millennial sudah pasti tidak asing lagi ditelinga kita. Generasi penerus bangsa juga sering kali disebut sebagai generasi millennial. Menurut saya sendiri generasi millennial adalah orang-orang yang terus belajar demi memperjuangkan kemajuan bangsa Indonesia. Bangsa yang maju bisa dinilai dari rakyat yang terus berkembang. Itulah mengapa siswa dan mahasiswa juga disebut sebagai generasi millennial. Mendengar kata siswa, tentu kita akan membayangkan anak-anak yang memakai seragam sekolah. Tetapi ada istilah lain untuk siswa yang bersekolah di pondok pesantren, santri. Santri merupakan sebutan untuk siswa dan siswi yang bersekolah di pondok pesantren. Sedangkan santri millennial adalah sebutan yang sering kita dengar untuk santri yang ada di zaman sekarang.

MUQ Langsa adalah salah satu pondok pesantren yang namanya cukup terkenal bagi masyarakat Langsa. Pondok pesantren ini juga salah satu sekolah yang mengharuskan santrinya menguasai dua bahasa asing, yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Seluruh santri MUQ Langsa berkumpul di mushalla untuk mengikuti lomba rangking 1 bahasa , Kamis (25/03/2021) malam dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Lomba rangking 1 yang di selenggarakan oleh lembaga bahasa MUQ ini berbeda dari lomba rangking 1 pada umumnya. Soal-soal yang dipertanyakan semuanya menggunakan bahasa asing. Dengan mengikuti protokol kesehatan, jarak antara satu peserta dengan peserta lain adalah 2 kotak keramik ke samping, ke depan dan ke belakang.

Seluruh peserta lomba di kumpulkan di atas mushalla, santriwan berada di shaf kiri dan santriwati di shaf kanan. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, jarak antara satu peserta dengan peserta lain adalah 2 kotak keramik ke samping, ke depan dan ke belakang. Teknisi perlombaan juga tidak berbeda dari lomba rangking 1 yang telah kita ketahui. Soalnya berbentuk pengetahuan umum, yang membedakan adalah soal di bacakan dengan menggunakan bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Yang membacakan soalnya adalah ketua lembaga bahasa Putra dan Putri, yaitu Ustad Rusdy dan Miss Yusra. Soal pertama di bacakan oleh ustad Rusdy menggunakan bahasa Arab. Soal kedua di bacakan oleh Miss Yusra menggunakan bahasa Inggris.

Setelah soal dibacakan, panitia lomba (mudabbir) akan memeriksa jawaban para peserta lomba. Santri yang jawabannya salah dinyatakan gugur dan akan langsung di arahkan untuk pindah ke belakang. Soal kembali dibacakan secara bergantian sampai hanya menyisahkan 1 peserta saja. Adapun santri yang bertahan menjadi satu-satunya peserta dinyatakan sebagai pemenangnya.

Adapun pemenang dari peserta laki-laki berasal dari kelas 1 Tsanawiyah, sedangkan pemenang dari peserta perempuan berasal dari kelas 1 aliyah.

Jumat (26/03/2021) pagi, seluruh santri kembali di kumpulkan di lapangan upacara. Pada jumat sebelumnya, osis bagian bahasa sudah mengumumkan bahwa lembaga bahasa akan mengadakan lomba scrabble. Lebih tepatnya, Giant Scrabble atau scrabble raksasa. Mereka mengumumkan bahwa setiap asrama harus berpartisipasi dalam perlombaan ini. Bahkan anggota osis yang lain juga diharuskan untuk mengikuti perlombaan Giant Scrabble ini.

Setiap asrama harus membentuk satu tim yang beranggotakan 5 santri. Untuk asrama Pocut Baren, harus dibagi dua tim yaitu Pocut Baren 1 dan 2. Sedangkan asrama Safiatuddin dibagi menjadi dua yaitu Safiatuddin lantai atas dan lantai bawah.

Setiap asrama memeliki beberapa kamar, oleh karena itu mereka di perintahkan untuk membuat atribut perlombaan menurut kamar masing masing. Setiap kamar dari setiap asrama diharuskan membuat persegi dari kertas karton yang panjang seluruh sisinya 7cm. setiap persegi itu setelahnya akan dituliskan 1 huruf per persegi. Adapun jumlah abjad sebanyak 26, ditambah huruf vocal saja sebanyak 5. Jadi, setiap kamar akan membuat 31 persegi yang berisi huruf abjad dengan tambahan huruf vocal saja. Seluruh abjad harus ditulis dengan menggunakan huruf kapital.

Batas waktu terakhir pengumpulan atribut adalah kamis siang. Santri sudah harus menyerahkan tugas atribut mereka kepada mudabbir (koordinator) masing-masing asrama. Karena selanjutnya panitia herus memeriksa lagi hasil tugas yang sudah diserahkan oleh santri-santri.

Panitia lomba atau osis bagian bahasa akan meletakkan seluruh huruf di dalam kardus, yang mana satu kardus berisi huruf abjad dari A-Z. Jumlah huruf dibagi rata menjadi 4 kardus, 2 kardus untuk laki-laki dan dua kardus untuk perempuan.

Pada jumat pagi setelah sarapan, seluruh santri berkumpul di lapangan upacara. Laki-laki di sebelah kanan sedangkan perempuan di sebelah kiri dengan pembatas tali. Sebelum lomba, para peserta diharuskan untuk mendaftar ulang sebagai konfirmasi.

Panitia perlombaan menyediakan terpal sebagai alas untuk menyusun scrabble. Sertiap tim juga harus memiliki 20 supporter. Hal ini bertujuan agar semua santri ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Adapun teknik perlombaan yaitu, pertama juri akan memilih kelompok secara random (acak). Lalu juri akan memberikan 1 keyword (kata kunci) yang hanya terdiri dari 3 huruf saja. Setelahnya dari 3 huruf tersebut peserta akan menyusun kata sesuai dengan huruf yang mereka dapatkan.

Sedangkan penilaiannya dihitung 10 poin untuk perhurufnya. Misalnya, santri membentuk kata Cute, maka poinnya 10 di kali 4, sama dengan 40. Tetapi jika bentuk kata salah, maka semua poin dihitung hangus. Hal ini karena juri lebih mementingkan kebenaran ejaan kata dari pada banyak huruf perkatanya. Panitia akan memberikan waktu selama 10 menit. Jadi, dalam 10 menit setiap timnya harus  membentuk sususan kata sebanyak-banyaknya. Cara menyusun kata juga sesuai dengan kaidah bermain scrabble pada umumnya. Atau lebih sederhananya, seperti susunan teka-teki silang.

Oleh : Anggun Santoso

Mahasiswi IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa

LEAVE A REPLY