Harkitnas 2026 di Bojonegoro: Wabup Soroti Kemiskinan, Pengangguran hingga Ancaman Fiskal Daerah
Bojonegoro, Nawacita – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Kabupaten Bojonegoro berlangsung khidmat di halaman Gedung Putih Pemkab Bojonegoro, Rabu (20/5/2026). Upacara yang diikuti jajaran Forkopimda, kepala OPD, dan ASN itu tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum penyampaian sejumlah tantangan pembangunan daerah ke depan.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah yang bertindak sebagai pembina upacara menegaskan bahwa semangat kebangkitan nasional harus diwujudkan melalui penguatan pelayanan publik dan kerja bersama menghadapi berbagai persoalan daerah.
Dalam amanatnya, ia menyinggung kebijakan efisiensi APBD yang tengah dijalankan pemerintah daerah sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat. Menurutnya, masih terdapat sejumlah kewajiban daerah yang harus diselesaikan hingga tahun 2026.
“Ada beberapa isu tematik yang harus kita selesaikan bersama, mulai dari kemiskinan, peningkatan IPM, pertumbuhan ekonomi, pengurangan pengangguran hingga konektivitas wilayah,” ujarnya.
Wabup juga menegaskan bahwa sektor kesehatan dan ketahanan pangan menjadi prioritas pembangunan Kabupaten Bojonegoro. Pemerintah daerah, lanjutnya, terus mendorong layanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat, termasuk program pengobatan gratis.
Selain itu, kondisi fiskal nasional disebut turut memengaruhi arah kebijakan daerah pada tahun mendatang. Berdasarkan evaluasi pemerintah, terjadi penurunan belanja kementerian dan lembaga yang berdampak pada proyeksi APBD tahun 2027.
Meski menghadapi tantangan fiskal, Nurul Azizah meminta seluruh jajaran pemerintah tetap menjaga semangat kebersamaan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Semangat kita adalah semangat untuk kebersamaan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Mari kita dukung program Bapak Bupati untuk mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur dan membanggakan,” tuturnya.
Dalam upacara tersebut juga dibacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Viada Hafid yang menekankan pentingnya menjaga generasi muda di tengah era transformasi digital.
Tema Harkitnas 2026, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, disebut sebagai ajakan untuk memperkuat kemandirian bangsa melalui pembangunan pendidikan, kesehatan, pangan, hingga perlindungan anak di ruang digital.
Pemerintah pusat juga menyoroti sejumlah program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, layanan cek kesehatan gratis, hingga penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai motor ekonomi desa.
Selain itu, pemerintah resmi menerapkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun melalui PP TUNAS sebagai bagian dari perlindungan generasi muda di ruang digital.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan pembangunan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Reporter: Parto Sasmito

