WNI Relawan Gaza Ditahan Israel, Menlu Akui Komunikasi Masih Terbatas
Jakarta, Nawacita | Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono angkat bicara perihal penangkapan WNI yang tergabung misi Global Sumud Flotilla 2026 oleh tentara Israel. Sugiono sudah berkoordinasi dengan otoritas Yordania dan Turki untuk memastikan kondisi para WNI mengingat masih sulitnya keterbatasan.
“Jadi kita sudah melakukan komunikasi teman-teman di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di Jordan dan Turki untuk memastikan kondisi dari rekan-rekan kita yang di-intercept dan ditahan oleh Israel. Sejauh ini informasi yang kita terima itu masih sulit karena komunikasi yang terbatas,” kata Sugiono kepada wartawan di Gedung DPR/MPR, Rabu (20/5/2026).
Sugiono mengapresiasi para WNI yang menjadi relawan dalam misi kemanusiaan untuk Gaza tersebut. Menurutnya, hal ini menunjukkan semangat bersama untuk membantu masyarakat Palestina.
Baca Juga: Menlu Sugiono: Kerja Sama Keamanan Indonesia–Australia Perkuat Stabilitas Kawasan
“Kami mengapresiasi semangat dari rekan-rekan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla karena ini juga mencerminkan satu keinginan untuk menciptakan situasi yang lebih baik bagi saudara-saudara kita di Palestina, di Gaza pada khususnya. Dan ini merupakan semangat yang saya kira perlu diapresiasi,” ujarnya.
Sugiono berharap kondisi para WNI baik-baik saja. Ia memastikan pemerintah terus koordinasi untuk menindaklanjuti langkah penyelamatan WNI.
“Kita berharap kondisi mereka baik-baik saja. Kami juga terus melakukan upaya koordinasi karena kita tidak punya hubungan langsung,” ujarnya.
“Jadi kita minta tolong kepada teman-teman kita yang pertama mengalami nasib serupa juga dari warga negaranya, kemudian dari teman-teman yang ada di Jordan dan Turki. Kita doakan semoga mereka kondisinya baik-baik saja dan bisa segera kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat dan selamat,” lanjutnya. dtk

