Pentingnya Pendidikan Anak Khususnya Di Desa Pedalaman

0
272

Desa Damar Condong adalah desa yang ada di Kecamatan Pematang Jaya Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara . Desa damar Condong merupakan desa kecil yang teletak di perbatasan antara Aceh Tamiang dan Sumatera Utara. Mayoritas masyarakat Desa Damar Condong bermata pencaharian bermacam ragam ada yang sebagai Petani , nelayan , wiraswasta,dsb.

Sekolah dan pendidikan adalah hal yang sangat penting untuk kehidupan setiap orang, mulai dariTK,SD,SMP,SMA/SMK, dan PERGURUAN TINGGI. Mungkin beberapa dari kita sudah memulaisemua tingkat pendidikan tersebut, tapi apakah kita sudah merasa puas dengan apa yang kita lalui selamakita mengenyam pendidikan itu sendiri…? Mungkin ada beberapa dari kita yang sudah merasa cukup dan sudahpuas atas apa yang telah kita capai selama bersekolah, tapi tak sedikit juga dari kita yang masih ingin lebih danlebih dari apa yang pernah kita capai, contoh kecil saja saat kita lulus kuliah dan dapat gelar S1 mungkin akan ada beberapa orang yang akan langsung mencari kerja,tapi tak sedikit juga yang ingin menyambung kuliah untuk dapat gelar lebih dari S1 untuk mendapat kerja yang lebih baik. Begitulah siklus pendidikan dibeberapa kota besar di INDONESIA, tapi bagaimana dengan pendidikan di Desa dan tempat pedalaman…?

Pendidikan juga sangat penting untuk orang-orang di Desa dan Tempat pedalaman. Walaupun sudah ada bantuan dari pemerintahan tapi apakah cukup?, apakah merata?, puaskah mereka? Dan apakah tempat belajar mereka layak?. walaupun sudah banyak bantuan yang di beri tapi masih banyak juga dari mereka yang tidak merasakan yang namanya bersekolah. Yang mana idealnya pendidikan itu 12 tahun sampai tamat SMA, akan tetapi banyak anak dari pedalaman Desa yang putus sekolah karena mungkin jarak yang terlalu jauh, atribut sekolah tak memadai, dan kurangnya pemahaman mereka tentang pentingnya pendidikan.

Saya adalah saksi bagaimana pendidikan di Desa dan tempat pedalaman berjalan. Dulunya saya SD di SD NEGERI 053999 DAMAR CONDONG KEC.PEMATANG JAYA KABUPATEN LANGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA, SMP NEGERI 3 SERUWAY KEC. SERUWAY KABUPATEN ACEH TAMIANG, MAS BABUL HUDA TUALANG CUT KEC. MANYAK PAYED KABUPATEN ACEH TAMIANG. Sekarang saya sedang melanjutkan S1 di Perguruan Tinggi IAIN LANGSA jurusan PendidikanAgama Islam. Saat saya SD sekolah saya sangat buruk rupanya. Sekolah saya hanya memiliki 6 ruangan kelastak seperti SD di kota yang memiliki banyak kelas, kursikami ada yang sudah tak layak untuk di duduki, plavon yang mulai roboh, jendela yang rusak dan lantainya yang bolong-bolong. Pada saat banjir aku merasa kasihan melihat guru-guruku yang harus meninggalkan kendaraan mereka di ujung jalan bagus lalu melepaskan alas kaki dan berjalan digenangan air menuju kesekolah yang jarak lumayan jauh.

Tapi sekarang SD di Desa saya sudah di perbaiki dan sudah lebih layak dari sebelumnya. Walaupun sudah ada perubahan tapi pada masa Pandemi COVID-19 lagi-lagiSD di Desa saya kembali kurang perawatan karena sekolah tampak kusam tak terawat berantakan dindingsekolah tersebut tampak tidak ada perubahan sepertitidak ada tanda-tanda pengecatan baru. Sudah setahun Pandemi COVID-19 berjalan anak-anak yang bersekolah di SD Negeri Damar Condong mereka belum di izinkan untuk memakai seragam sekolah, tetapi mereka sekolah memakai pakaian biasa yang rapi dan sopan. Merekasekolah hanya 3 kali dalam seminggu dan dibagi menjadidua shift, shift A dan shift B sehingga proses pembelajran mereka tidak berjalan dengan maksimal.

Untuk melanjutkan sekolah menengah pertama(SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) saya harus bersekolah diluar karena di Desa Damar Condong tidak ada sekolah SMP dan SMA. Karena minimnya lembaga pendidikan di Desa Damar condong mengharuskan saya bersekolah di luar yang jarak tempuhnya lumayan jauh belum lagi jalanan yang rusak bebatuan sehingga harus berhati-hati melaluinya karena sampai sekarang di Desa saya jalannya tak kunjung di aspal, apalagi ketika musim hujan jalannya menjadi becek dan licin. Walaupun jarak tempuh dari rumah saya ke sekolah lumayan jauh tapisaya tetap semangat dan tidak putus demi cita-cita danorang tua yang sudah bekerja keras untuk  membiayai saya sampai ke Perguruan Tinggi.

Dari apa yang telah kalian baca semoga kalian dapat membayangkan betapa sulitnya kami mengenyam pendidikan di Desa kecil dan tempat pedalaman, dan inijuga menjadi alasan kenapa banyak dari kami yang memilih untuk putus sekolah. Tapi saya salut dengan guru-guru saya yang selalu kuat dan tabah mengajar kami. Saya harap dengan saya menulis artikel ini semoga akan ada perubahan untuk saya, keluarga saya, danpendidikan di Desa saya.

Penulis : Jarkasih, Mahasiswi Program Studi PendidikanAgama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan – IAIN LANGSA.

LEAVE A REPLY