Pusbin AKS Kemensetneg Gandeng PACIS UNPAR Gelar Pelatihan Fungsional AKS 01
JAKARTA, Nawacita – Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia melalui Pusat Pembinaan Analis Kerja Sama (Pusbin AKS) secara resmi membuka penyelenggaraan “Pelatihan Fungsional AKS 01 – Analisis Program Kerja Sama Batch I”, di Auditorium Gedung Pusat Pengembangan Kompetensi ASN Kementerian Sekretariat Negara (PPKASN Kemensetneg), Jakarta.
Pelatihan ini diikuti oleh peserta PNS dan CPNS Jabatan Fungsional Analis Kerja Sama (JF AKS) dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Kegiatan dilaksanakan selama lima hari, mulai tanggal 18 s.d. 22 Mei 2026, sebagai bagian dari upaya pengembangan kompetensi JFAKS yang sesuai dengan Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Analis Kerja Sama.
Dalam penyelenggaraannya, Pusbin AKS bekerja sama dengan Parahyangan Center for International Studies (PACIS) Universitas Katolik Parahyangan sebagai mitra penyusunan modul sekaligus pengajar pelatihan. Tim pengajar terdiri atas Yulius Purwadi Hermawan, Ratih Indraswari, Jessica Martha, Theodora Pritadianing Saputri, dan Meyta Saraswaty Putri.
Baca Juga: Menteri Rini Bertemu Mendikdasmen Bahas Penataan Mutu Layanan Pendidikan
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan peserta dalam melaksanakan analisis program kerja sama secara sistematis, komprehensif, dan berbasis data sesuai dengan standar kompetensi Jabatan Fungsional Analis Kerja Sama. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi bagian dari strategi pembinaan JF AKS dalam mendukung tata kelola kerja sama yang efektif, adaptif, dan selaras dengan dinamika pembangunan serta kebutuhan koordinasi antarlembaga yang semakin kompleks.
Kepala Pusat Pembinaan Analis Kerja Sama Kementerian Sekretariat Negara, Andri Kurniawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini mengacu pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 10 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional Analis Kerja Sama serta dirancang untuk memperkuat kompetensi teknis analis kerja sama secara berkelanjutan.
“Selama lima hari ke depan, para peserta akan mendalami berbagai materi terkait analisis program kerja sama, mulai dari pemahaman regulasi, pengelolaan dan validasi data kerja sama, hingga penggunaan berbagai instrumen analisis seperti SWOT analysis, PESTEL analysis, cost-benefit analysis, dan analisis risiko kerja sama. Peserta juga akan dibekali dengan perspektif strategis dalam mendukung penyusunan rekomendasi kebijakan dan program kerja sama yang berbasis bukti,” ujar Andri.
Lebih lanjut, Andri menyampaikan apresiasi kepada PACIS Universitas Katolik Parahyangan atas kolaborasi dalam penyusunan modul dan pelaksanaan pelatihan.
“Pengajar akan membagikan wawasan serta praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan kerja sama, sekaligus memberikan umpan balik untuk mempertajam kemampuan para analis kerja sama. Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Yulius dan seluruh tim PACIS UNPAR. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjembatani perspektif akademis dengan praktik nyata dalam pengelolaan kerja sama pembangunan,” lanjutnya.
Andri juga berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas peserta serta mendukung pengembangan kapasitas dan profesionalisme JF AKS secara nasional.
“Kami menaruh harapan besar agar pelatihan ini menghasilkan output yang nyata, di antaranya meningkatnya kompetensi peserta dalam melakukan analisis program kerja sama. Selain itu, kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam penyusunan rekomendasi kerja sama yang strategis, inovatif, dan bermanfaat bagi instansi masing-masing,” tutup Andri. (Kemensetneg)

