Malam Nisfu Sya’ban Menjadi Tradisi Di Gampong Paya Bujok Tunong

0
157

Aceh, Nawacita – Seperti yang kita ketahui bulan Ramadhan sudah didepan mata, biasanya umat muslim akan menyambut bersama bulan yang suci dan penuh berkah ini. Sebelum menyambut bulan ramadhan tiba, umatmuslim akan menyambut terlebih dahulu yaitu bulansya’ban atau biasanya umat islam menyebutnya nisfusyaban. Bulan sya’ban atau nisfu sya’ban terletakantara bulan rajab dan bulan ramadhan, bulan nisfusya’ban ini berjalan sesudah bulan rajab dan beradasebelum bulan ramadhan. Pada tahun ini bulansya’ban atau nisfu sya’ban jatuh pada tanggal 28 maret2021 atau tanggal 15 sya’ban 1442 H, bulan sya’banatau nisfu sya’ban jatuh pada bulan ke-8 di kalenderhijriyah.

Bagi umat islam bulan sya’ban atau nisfu sya’banbukan Sesuatu hal yang asing tetapi sudah banyakdiketahui oleh semua kalangan umat islam. Bulansya’ban atau nisfu sya’ban diyakini oleh umat islamsebagai bulan yang istimewa. Malam nisfu sya’banadalah malam yang mulia disisi Allah SWT sertamalam yang penuh keberkahan dari Allah SWT, Malam nisfu sya’ban mempunyai arti tersendiri bagiumat islam yaitu malam diampunkannya dosa-dosakita sebagai umat manusia selain itu kita salingmemaafkan dan mempersiapkan diri lebih baik saatmenyambutnya bulan ramadhan dan menjalankanibadah wajib bagi umat islam pada ramadhan yang akan tiba. Untuk menghidupkan bulan sya’ban ataunisfu sya’ban pada malam hari biasanya umat islamberbondong-bondong datang ke masjid atau musholaterdekat untuk menyambut malam nisfu sya’banseperti membaca yasin berjamaah setelah selesaishalat maghrib, sholat malam nisfu sya’ban dandilanjutkan dengan berzikir serta berdoa dimasjid ataumushola secara berjamaah dan menjalankan puasasya’ban.

Seperti halnya yang dilakukan oleh masyarakat di kota langsa tepatnya di kampung paya bujok tunong, untuk menghidupkan malam nisfu sya’ban menjelang bulan ramadhan mereka bukan hanya sekedar melaksanakan ibadah seperti sholat maghrib berjamaah, membaca yasin dilanjutkan sholat isya dansholat tasbih secara berjamaah dimasjid. Tetapi Masyarakat di kampung paya bujok tunong memanfaatkan juga malam nisfu sya’ban sebagai moment untuk berbagi rejeki serta bersilahturrahmiatau saling memaaf-maafkan tak lupa merekamembalut malam nisfu sya’ban dengan melakukan tradisi yang sudah masih mereka jaga yaitu tradisipembagian nasi khanduri. Sedangkan Tradisi menurut Soerjono soekamto( 1990 ) tradisi merupakan sebuah kegiatan adat yang dijalankan oleh kelompok masyarakat disuatu daerha yang dilakukan secara berulang ulang kembali atau secara turun temurun.

Setiap daerah memiliki cara dalam menyambut malam nisfu sya’ban dan menghidupkan malam nisfusya’ban, seperti di kampung paya bujok tunong membalut malam nisfu sya’ban dengan salah satutradisi yang masih diturunkan yaitu tradisi membaginasi khanduri pada malam nisfu sya’ban dimasjid atau mushola. Tradisi membagi nasi khanduri ini dilakukan setelah menyelesaikan pembacaan yasin bersama sertadzikir bersama dan setelah melakukan sholat isya berjamaah. Pembagian nasi kahnduri ini dilakukan secara acak, sehinngga orang yang medapatkan nasikhanduri ini tidak tahu siapa yang mendapat nasi masakan milik siapa. Walaupun Tradisi membagi nasi khanduri ini bukan merupakan suatu kegiatan yang diwajibkan akan tetapi bagi masyarakat dikampung paya bujok tunong ini sudah menjadi tradisi turuntemurun saat menyambut bulan nisfu sya’ban atau malam nisfu sya’ban. Setelah proses pembagian nasi khanduri ini dilakukan barulah dilanjutkan dengan melakukan shalat tasbih berjamaah.

Menurut bapak zulkipli salah satu warga aslikampung paya bujok tunong salah satu jamaah masjid yang menyambut malam nisfu sya’ban dan menemani anaknya yang sedang mengambil nasi khanduri yang sedang dibagikan mengatakan tradisi berbagi nasi khanduri ini sudah lama dilakukan mulai saya pertama tinggal dikampung paya bujok tunong ini dari jaman saya masih sekolahan sampai saya punya anak dan anak saya sekarang kelas 3 sd sudah ada”. Sepertiyang dituturkan juga oleh ibu nur asyiah salah satu jamaah wanita malam nisfu sya’ban dan prosespembagian nasi pada malam nisfu sya’ban ini sudah turun temurun dilakukan, pasti setiap malam nisfusya’ban selalu diadakan pembagian nasi khandurisetelah selesai pembacaan yasin bersama”.

Tradisi membagi nasi khanduri dilakukandimesjid atau mushola yang ada pada setiap dusun dikampung paya bujok tunong. Saat proses pembagian nasi khanduri ini, Mereka terlihat sangat antusiasuntuk mendapatkan nasi khanduri tersebut. Tradisi berbagi nasi khanduri ini diikuti oleh masyarakat setempat atau jamaah masjid yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu, anak serta remaja semua mendapatkan bagian nasi khanduri tersebut sepertinasi bungkus ataupun nasi kotak.

Sebelum dilakukannya pembagian nasi khanduripada saat malam nisfu sya’ban, biasanya di satu hari sebelum malam nisfu sya’ban setiap masjid atau mushola dikampung atau desa paya bujok tunong mengumumkan terlebih dahulu bahwa akan diadakannya menyambut malam nisfu sya’ban dimasjid. Ada sebagian masjid atau mushola yang masyarakatnya bergotong royong untuk memasak bersama seperti di kampung paya bujok tunong juga tepatnya dusun utama mereka memasak bersama dengan memotong kambing untuk disajikan sebagai nasi khanduri dan dibagikan kepada masyrakat pada saat malam nisfu sya’ban, lalu ada juga nasi khanduri hasil sumbangan dari masyarakat setempat yang memasak dirumah masing-masing. Berbagai jenis bungkus nasi khanduri yang dikumpulkan dimasjid untuk dibagikan secara acak pada saat malam nisfusya’ban dimasjid, tentu saja agar setiap orang yang mendapatkan nasi khanduri tidak mengetahui nasi khanduri dengan masakan apa yang akan didapat dansiapa yang memasaknya agar semua dapat merasakan enaknya masakan dari nasi khanduri tersebut. Tapi dengan rasa syukur para masyarakat ataupun jamaah dimasjid memakan dengan lahap nasi khanduri tersebut walaupun ada sebagian masyarakat membawa pulang hasil pembagian nasi khanduri tersebut.Setelah mendapatkan nasi khanduri tersebut parajamaah bersama-sama membersihkan masjid danmelanjutkan shalat tasbih berjamaah.

Dengan diadakan tradisi berbagi nasi khanduripada saat malam nisfu sya’ban kepada masyarakat di gampong paya bujok tunong adalah dengan maksud untuk kita sebagai sesama manusia untuk salingmenghargai, mengingatkan kita untuk saling berbagi, mengingatkan kita kepada orang yang membutuhkandan menjalin tali silahturahmi untuk mengena orangpendatang yang ada dikampung paya bujok tunongdengan penduduk asli.

Penulis : Qurraita ayun

LEAVE A REPLY