Menteri PU Kebut Proyek Jembatan Buk Wedi Pasuruan, Target Fungsional Sebelum Nataru
Nawacita, Pasuruan — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau proyek penggantian dan peninggian Jembatan Buk Wedi di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, pada Ahad, 17 Mei 2026. Dalam kunjungannya, Dody memastikan perbaikan infrastruktur vital di jalur Pantai Utara (Pantura) tersebut dikebut agar rampung lebih cepat dari jadwal.
Awalnya, proyek ini diproyeksikan selesai pada akhir 2026. Namun, Kementerian PU menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada rentang September hingga Oktober. Langkah percepatan ini diambil agar jembatan bisa beroperasi penuh menjelang periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
“Tadi Kepala Balai Jalan menyampaikan September selesai, ya tambah satu bulan-lah, Oktober. Insyaallah Nataru sudah bisa dilewati dan fungsional,” ujar Dody.
Percepatan proyek ini menjadi prioritas mengingat kawasan Buk Wedi merupakan titik rawan banjir langganan dan pusat kemacetan parah saat hujan deras mengguyur Pasuruan. Dody menyebut, akar masalah banjir di area tersebut adalah kondisi Sungai Petung yang mengalami penyempitan dan pendangkalan.
Baca Juga: Menteri PU Tegaskan Pembangunan Giant Sea Wall harus Disertai Larangan Ambil Air Tanah
Sebagai solusi permanen, konstruksi jembatan dirombak total dan didesain lebih tinggi dari bangunan sebelumnya. Peninggian struktur ini diharapkan dapat membebaskan akses jalan raya Pantura dari kelumpuhan akibat luapan air tahunan.
“Jembatannya harus kita tinggikan karena sungai sudah mulai menyempit dan mendangkal. Ini terjadi karena kawasan hulu kemungkinan sudah agak rusak, sehingga air tertahan saat hujan deras lalu meluap ke jalan dan permukiman,” kata Dody menjelaskan.
Lebih lanjut, penanganan banjir di kawasan tersebut tidak hanya difokuskan pada jembatan utama. Pemerintah juga akan meninggikan struktur jembatan rel kereta api yang membentang tepat di sebelah Jembatan Buk Wedi. Langkah terintegrasi ini dirancang agar debit air Sungai Petung menuju hilir tak lagi tersumbat.
“Kalau titik jembatan tidak ditinggikan, termasuk jalur kereta api juga, kami khawatir air semakin meluap ke kanan dan kiri jembatan. Peninggian ini penting agar aliran air lancar ke hilir,” ucapnya.
Penulis : Rahmat

