Rinyeun 100 “Tangga 100” Tempat Wisata Favorit Era 90 an di Aceh, Pidie

0
537
“Tempat wisata ini menyimpan banyak keunikan yang tiada ditempat lainnya.
 Penasaran?”

Aceh, Nawacita – Tangga 100 atau orang Pidie biasa menyebutnya Rinyeun 100 merupakan tangga yang membelah gunung melintang Glee Melinteung yang berada di Aceh, Kecamatan Keumala Kabupaten Pidie, tepatnya di irigasi perbatasan antara desa Ugadeng dan Desa Keumala Dalam. Dinamakan Rinyeun 100 karena tangga ini berjumlah 100 anak tangga, Tujuan di bangun Rinyeun 100 ini untuk memudahkan dalam mengontrol pintu – pintu air yang berada di kawasan  bendungan Kemala Dalam.

Di era tahun 90an Rinyeun 100 atau tangga 100 menjadi andalan favorit para wisata lokal, Apalagi pada saat-saat hari libur atau hari lebaran banyak orang-orang mengunjungi ketempat wisata tersebuttanpa membayar biaya masuk (gratis). Dan setelah itu terjadi Konflik antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan pemerintah Indonesia menyebabkan wisata Rinyeun 100 atau tangga 100 ini ditinggalkan begitu aja, tidak ada satu pun warga yang mengunjungi  wisata Rinyeun 100 dikarenakan konflik pada masa itu dan banyak orang bersembunyi untuk berperang ditempat wisata Rinyeun 100. Sehingga wisata Rinyeun 100 atau tangga 100 itu pun sudah terlihat kotor, tangganya pun sudah ditumbuhin dengan semak-semak bahkan banyak anak tangga yang sudah ditutupi dengan tanah sehingga Rinyeun 100 atau tangga 100 itu pun sudah tidak lagi di sukai oleh warga. Penyebab lainnya adalah, banyaknya rumor yang beredar bahwa di kawasan wisata Rinyeun 100itu telah ditempati oleh makhluk tak kasat mata.Suasananya menjadi terasa seram ditambah pula dengan adanya kuburan yang bernama Tgk Kramat di area tempat wisata menjadikan aura mistis begitu terpancar dikawasan wisata ini. Beberapa kali para warga maupun pengunjung yang dengan sengaja mendatangi tempat tersebut mengakui sering mendapat gangguan oleh makhluk astral, bahkan ada yang sampai pingsan. Setelah kejadian itu, warga dan wisatawan enggan kembali kesana untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Tempat tersebut hanya menyisakan cerita yang dahulunya menjadi tempat kebanggan masyarakat Pidie yang turun temurun dikisahkan kembali. Selain cerita indahnya pemandangan diareal wisata Rinyeun 100, cerita mistis pun tetap dipertahankan. Ini diperuntukkan bagi para anak-anak agar tidak sembarangan pergi kesana tanpa didampingi oleh orang tua kampung atau pawang tempat tersebut.

Setelah sekian lama ditutup untuk umum guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan, ditahun 2019 wisata Rinyeun 100 atau tangga 100 itupun dibuka kembali oleh pemerintah bersama warga sekitar. Salah satu warga desa ugadeng yang bernama Sabirin, beliau mulai berfikir  untuk membuka kembali wisata tangga 100 tersebut. Bersama beliau, turut pula dihadiri oleh perangkat Gampong beserta warga lainnya bergotong royong membersihkan kawasan wisata tangga 100 itu yang sudah lama di tinggalkan sejak bertahun tahun lalu.

Dengan kerja sama berbagai pihak, kini tempat wisata tersebut telah dihiasi dengan tanaman bunga dan tangga 100 di warnai dengan berbagai  warna untuk mempercantik tempat tersebut dan menghilankan kesan angkernya, diatas tangga 100 di hiasi pula dengan bunga ber bentuk love yang ditujukan untuk para wisatawan berfoto maupun sekedar untuk duduk santai. Terdapat pula ayunanmulai dari ukuran kecil untuk anak-anak hingga ayunan besar untuk orang dewasa,  tersedianya tempat berteduh berbagai ukuran dan jenisnya sesuai bagi yang ingin bersantai bersama teman atau keluarga. Dibagian samping tangga 100 itu pun ada juga ditanam obat seperti tanaman kunyit. Untuk dapat sampai ketempat ini, para pengunjung harus sabar dan penuh perjuangan untuk dapat sampai ke atas bukit, karena disinilah puncaknya keindahan tempat wisata Rinyeun 100 karena dapat melihat pemandangan sejauh mata dapat memandanginya. Dibagian atas juga tersedia warung jajanan yang dikelola dengan mandiri oleh para warga guna memudahkan pengunjung untuk mendapatkan makanan ringan maupun makanan utama mengingat jalan untuk menuju tempat wisata ini jauh dari tempat membeli makanan.

Dan ditahun 2020 sampai tahun sekarang wisata tangga 100 itu pun sangat banyak orang yang mengunjungi salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pidie ini, baik yang dari dalam kota maupun luar kota hingga dari provinsi tetangga yaitu Sumatera Utara. Saat suasana lebaran misalnya, pengunjung memenuhi tempat wisata tangga 100, hanya dengan membayar sebesar Rp.15.000/orangnya para pengunjung dapat memasuki objek wisata fenomenal ini. Namun, selain suasana lebaran, untuk dapat masuk ke destinasi wisata ini pengunjung hanya membayar sebesar Rp.10.000,- saja. Murah bukan?

Selain sebagai destinasi wisata favorit masyarakat Pidie, Rinyeun 100 juga sering digunakan sebagai tempat untuk berolahraga yang biasanya berasal dari pemuda maupun para orang tua beserta teman dan keluarganya. Selain mendapatkan butuh yang sehat setelah berolahraga, manfaat lainnya yang didapatkan adalah ketenangan batin. Ini lebih disebabkan karena lokasi ini berada diatas permukaan bukit menjulang yang tentunya menyejukkan mata saat melihatnya.

Tidak hanya itu di lokasi wisata tangga 100, terdapat suatu peraturan khusus pagi pasangan yang belum menikah (non-muhrim) jika hendak naik keatas bukit tangga 100 harus menjaga akhlak dan sopan santun serta tidak becanda melebihi batas kewajaran dalam pertemanan, tidak dibenarnya melakukanmaksiat baik yang kecil maupun yang besar. Ini disebabkan karena diatas bukit tangga 100 terdapat kuburan Tgk KRAMAT. Apabila pengunjung tidak mematuhi peraturan yang ditetapkan maka, jika terjadi sesuatu pada orang tersebut pihak pengelola maupun warga sekitar tidak akan bertanggung jawab apapun.Peraturan ini dibuat guna menjaga kelestarian lingkungan dan hubungan sesama manusia. Jika Anda ingin mengunjungi tempat ini, gunakanlah pakaian yang sopan dan tidak mengumbar aurat.

Penulis : Putri Hardiyanti

LEAVE A REPLY