Jamin Ketersediaan Bapokting, Kemendag Keluarkan Persetujuan Impor

0
119

Jakarta, Nawacita – Pihak Pemerintah RI melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan, jika barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting) masyarakat dijamin ketersediaannya dengan harga yang stabil saat ini.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto, pasca adanya masyarakat yang panik dan melakukan pembelanjaan bahan pokok secara berlebihan (panic buying) di banyak pusat belanja, setelah mendengar Virus Corona masuk Indonesia.

Dan guna menjamin pasokan bapokting tersebut, lanjut dia, Kemendag telah mengeluarkan persetujuan impor (PI) untuk beberapa komoditas yang memerlukan adanya tambahan stok. Antara lain yakni komoditas bawang putih, dimana Kemendag telah menerbitkan surat persetujuan impor sebanyak 25.829 ton.

“Sedangkan izin impor untuk gula kristal mentah (GKM) yang digunakan sebagai bahan baku gula kristal putih (GKP) untuk konsumsi telah diterbitkan sebanyak 438.802 ton yang dapat memenuhi kebutuhan hingga Mei 2020,” kata Agus di Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Sementara itu, berkaitan dengan kebijakan ekspor yang terkait dengan antisipasi dampak virus corona terhadap perdagangan, Agus menekankan tidak ada larangan ekspor untuk produk masker ke pasar dunia. Namun, pemerintah mengimbau para eksportir dalam negeri untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan masker di Indonesia saat ini.

“Menyikapi permintaan yang tinggi dari masyarakat terhadap masker dan hand sanitizer, kami mengimbau para produsen barang tersebut untuk tidak menaikkan harga jual ke masyarakat. Imbauan ini juga ditujukan kepada para distributor dan penjual pengecer,” ujarrnya.

Lebih lanjut Agus menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu sampai melakukan aksi panic buying, pasca adanya kabar dua warga negara Indonesia (WNI) positif Corona. Pasalnya, pemerintah telah menjamin ketersediaan kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah memahami jika saat ini ada kekhawatiran, sehingga terjadi kepanikan dalam berbelanja bahan pokok. Namun, saya imbau agar masyarakat berhati-hati dalam mengambil sikap, termasuk untuk tidak melakukan panic buying,” tutur dia.

RSA

LEAVE A REPLY