Kisah Keajaiban Sedekah, Amalan Pelipat Ganda Rezeki

0
567
Ilustrasi.
Ilustrasi.

SURABAYA, NawacitaDALAM Islam diajarkan mengenai sedekah tidak akan mengurangi harta kekayaan, malah mendatangkan rezeki bagi siapa saja yang mengamalkannya. Sudah banyak kisah bagaimana Allah SWT memberikan keajaiban amalan sedekah bagi umat Muslim.

Contoh, mukjizat sedekah itu dibuktikan oleh seorang muslimah yang merupakan karyawati perusahaan swasta, Lina Marlina. Dia mendapatkan rezeki berkali-kali lipat setelah mengamalkannya. Kisah yang dialami Lina berawal saat seorang penjaja sapu singgah di rumahnya untuk menawarkan dagangan. Saat itu dia sedang sendirian dan hanya memiliki uang Rp10 ribu.

“Aku kasihan bangat melihat tukang sapunya, usianya paruh baya seperti kakek-kakek. Di kantong cuma ada uang Rp10 ribu karena tanggal tua, dan lagi enggak ada siapa-siapa juga. Akhirnya uang itu aku belikan sapu lidi,” ujarnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Istimewanya Hari Jumat dan Amalan yang Dianjurkan

Lina membeli sapu tersebut dengan niat sedekah. Ia yakin amalan tersebut akan membuat rezekinya bertambah. Benar saja, seminggu kemudian Lina mendapatkan job sampingan yakni mengajar seorang anak dari keluarga berada. Beruntungnya, dia mendapatkan imbalan yang lumayan.

“Alhamdulillah, sebenarnya enggak nyangka, tapi aku percaya kalau sedekah itu bisa melipatgandakan rezeki. Kalau Allah tidak balas di dunia pasti Allah akan balas di akhirat. Alhamdulillah banget Allah balas di dunia,” ucapnya penuh rasa syukur.

Baca Juga: Inilah Tiga Keutamaan Puasa Rajab

Sekadar informasi, berasal dari keluarga kurang mampu membuat Lina terpaksa harus bekerja sampingan sejak duduk di bangku sekolah. Saat ini ia menjadi tulang punggung keluarga yang harus menghidupi ibunya yang merupakan seorang janda, dan juga kedua saudaranya. Beban yang berat tidak menjadikan Lina sosok yang mudah mengeluh, melainkan dirinya sangat gemar berbagi kepada sesama.

“Aku tahu banget bagaimana rasanya hidup susah. Aku tahu banget jualan sapu lidi enggak seperti orang jualan makanan yang setiap hari pasti laku. Makanya aku seringkali enggak tega. Apalagi jika penjualnya sudah tua, aku menghargai banget perjuangan mereka,” tutur Lina.

“Di usia tua mereka masih mau berusaha. Mungkin anak mereka juga sama miskinnya, atau mereka pada dasarnya adalah sosok pekerja keras. Itulah yang membuat aku termotivasi untuk tetap jadi pribadi yang suka berbagi,” pungkasnya.

oknws.

LEAVE A REPLY