Rencana Penertiban PKL, Camat Wonocolo Usulkan SWK

0
456
Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Margorejo sempat diwarnai protes warga.
Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Margorejo sempat diwarnai protes warga.

SURABAYA, Nawacita – Rencana penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Margorejo sempat diwarnai protes warga. Penertiban ini tujuannya agar Pemerintah Kota Surabaya bisa membongkar lalu membersihkan saluran air yang ditempati para PKL. Penertiban ini rencananya akan dilakukan mulai sisi Barat jalan Margorejo Masjid sampai dengan Margorejo Sawah.

Namun pedagang merasa was-was, lantaran belum ada tempat yang dikhususkan berdagang untuk para PKL pasca penertiban nantinya. Ringin salah satu pedagang mengaku PKL sudah lama ada di tempat tersebut. Ia mengaku sudah beroperasi sejak tahun 1995. Ia juga mengungkapkan enggan untuk ditertibkan.

“PKL ini sudah ada sejak tahun 90an,” ujarnya. Menurutnya apabila hanya membongkar dan membersihkan saluran air, para pedagang siap untuk membantu. Namun bila untuk ditertibkan maka pedagang masih belum siap.

Baca Juga: Demi Piala Dunia U-20, Pemkot Surabaya Bangun Dua Lapangan Baru

“yang dibahas masalah banjir selokan. Kami bersedia Untuk membersihkan selokan itu, baik satu bulan sekali atau seminggu sekali. Untuk keindahan kami siap menyamakan semuanya dan memperindah stan-stan. Kami bersedia saat pembersihan pedestrian, kami berhenti (berdagang) sementara,” imbuhnya.

Baca Juga: Banjir di Surabaya, Risma Buka Suara

Di sisi yang lain, Denny Christupel Tupamahu Camat Wonocolo mengkonfirmasi pedagang PKL sudah berjualan sejak tahun 1995. Ia pun mengaku sudah mendata semua pedagang yang ada di tempat tersebut. Dari hasil pendataan tersebut ada dua pedagang yang bukan merupakan warga Surabaya. Serta ada lima pedagang bukan warga kecamatan Wonocolo namun berdomisili di Surabaya.

“Setelah kami data pedagang dari Margorejo ada 7, Jemur Wonosari ada 8. Bendul merisi 1 orang, dari Surabaya ada 5 dan dari luar warga Surabaya ada 2,” ungkapnya

Laki-laki yang akrab disapa Denny sudah mengupayakan mengirim surat ke Walikota, agar dibentuknya sentra wisata kuliner (SWK) di Margorejo. Sebab di kawasan tersebut memang belum ada SWK untuk berjualan. Ia juga menambahkan nantinya SWK itu untuk PKL yang terdampak dan sudah didata khususnya untuk warga kecamatan Wonocolo. “Kami sudah usulkan membuat SWK, bersmaa LPMK dan RW. Kami juga ingin agar pedagang nantinya bisa berjualan di sana,” terangnya.

ncnws.

LEAVE A REPLY