Lahan 10 Hektar untuk Istana Presiden di Jayapura Sudah Siap

0
266
Tokoh adat Port Numbay Abisai Rollo.
Tokoh adat Port Numbay Abisai Rollo.

JAYAPURA, Nawacita – Tokoh adat Port Numbay Abisai Rollo menyebutkan bahwa lahan untuk pembangunan Istana Kepresidenan di Kota Jayapura, Papua, sudah siap.

“Sudah siap,” kata Abisai Rollo didampingi istrinya, Y. Wamuar menjawab pertanyaan wartawan ketika hendak masuk lokasi peresmian Jembatan Merah Putih Youtefa, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, Senin (28/10/2019).

Abisai yang juga Ketua DPRD Kota Jayapura itu datang dengan menggunakan setelan kemeja putih celana panjang hitam serta ikat kepala burung cendrawasih yang menunjukkan dirinya sebagai tokoh adat di Papua. Dia hanya menebar senyuman ketika diminta waktu 5 menit untuk diwawancara dan terus berjalan menuju tenda untuk tamu undangan.

Baca Juga: Konsep Modern Ibukota Baru, Listrik Bawah Tanah Hingga Tanpa Gas Elpiji

Abisai Rollo, yang hadir di Istana Negara beberapa waktu lalu bersama puluhan tokoh asal Papua, menghibahkan lahan seluas 10 hektar untuk pembangunan Istana Kepresidenan di Kota Jayapura.

Baca Juga: Arti Penting Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua

Presiden Joko Widodo dan rombongan telah tiba di Kota Jayapura setelah mengunjungi Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Di ibu kota Provinsi Papua itu, Jokowi meresmikan Jembatan Merah Putih Youtefa yang dibangun sejak 2015.

Peletakan batu pertama pembangunan jembatan itu dilakukan oleh Jokowi saat menjabat sebagai Presiden periode 2014 – 2019. Pembangunan jembatan yang berada di atas Teluk Youtefa tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp1,8 triliun.

Panjang bentang utama Jembatan Youtefa mencapai 732 meter dan menghubungkan kawasan utama Kota Jayapura dan Distrik Muara Tami. Lebar Jembatan Youtefa 21 meter dengan jalan penghubung sepanjang 10 kilometer.

bsnws.

LEAVE A REPLY