Pemerintah Sekolahkan PNS ke Australia dan Selandia Baru

0
357

Jakarta Nawacita – Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mencanangkan 1 juta PNS unggul hingga 2024. Untuk mencapai target itu, KemenpanRB bakal bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP untuk menyekolahkan PNS ke dua universitas andalan di Australia dan Selandia Baru melalui program double degree.

“Saat ini PNS yang unggul atau menyandang gelar pasca-sarjana hanya 400 ribu atau 10 persen dari total PNS. Kita kepingin sampai 1 juta,” ujar MenpanRB Syafruddin dalam peluncuran program Double Degree di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Agustus 2019.

Syafruddin memproyeksikan jumlah PNS unggul paling tidak 25 persen dari total keseluruhan pegawai pelat merah. Adapun pemerintah saat ini telah bekerja sama dengan empat universitas. Keempatnya adalah Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin Makassar, Victoria University of Wellington Selandia Baru, dan University of Melbourne Australia.

Baca Juga ; 1.906 PNS yang Terlibat Korupsi Resmi Dipecat

Nantinya, PNS yang lolos seleksi bakal menempuh pendidikan 1 tahun di dalam negeri dan 1 tahun di luar negeri. Di dalam negeri, PNS bakal belajar tentang konten lokal. Sedangkan di luar negeri, mereka akan belajar soal reformasi birokrasi secara global. Setelah lulus, PNS diharapkan menjadi influencer atau pion.

Menurut Syafruddi, proses seleksi akan dilakukan sesuai dengan ketentuan oleh kementerian atau lembaganya masing-masing. “Nanti kami ajukan ke LPDP, untuk masing-masing kampus itu bertahap 30 (mahasiswa tiap tahun ajaran baru),” ucapnya.

Baca Juga : Ridwan Kamil Beri Sinyal Dukungan Wacana PNS Kerja di Rumah

LPDP saat ini memiliki porsi beasiswa 70-80 persen untuk program afirmasi. Program afirmasi diperuntukkan bagi calon mahasiswa di daerah tertinggal, calon dosen, dan PNS. Dalam postur anggaran RAPBN 2020, LPDP memperoleh alokasi Rp 18 triliun untuk pengembangan dana pendidikan. Dana itu masuk dalam salah satu komponen dana abadi.

tmpo

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY