Monday, June 15, 2026

Hasto Sentil Jokowi Saat Seminar Bulan Bung Karno di Blitar

Hasto Sentil Jokowi Saat Seminar Bulan Bung Karno di Blitar

Blitar, Nawacita – Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto melontarkan sindiran yang diduga mengarah kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat menjadi pembicara dalam seminar nasional bertema “Membumikan Pancasila, Meneladani Ajaran dan Pemikiran Bung Karno untuk Indonesia Raya” di Istana Gebang, Minggu (14/6/2026) malam.

Dalam forum yang digelar dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno tersebut, Hasto sempat menyinggung nama moderator seminar yang bernama Joko. Ia kemudian mengaitkannya dengan refleksi mengenai kondisi demokrasi dan tata kelola pemerintahan di Indonesia.

“Kenapa saya minta tepuk tangan untuk moderator karena namanya Joko dari Blitar bukan Joko yang lain,” ucap Hasto saat paparannya.

“Joko yang ini mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan yang merusak tatanan Indonesia,” lanjutnya.

Baca Juga: Hasto: Aspirasi Mahasiswa Soal MBG Harus Didengar dan Dievaluasi Pemerintah

Ucapan Hasto itupun disambut tepuk tangan para hadirin. Sesudah menyampaikan hal tersebut, ia pun kembali melanjutkan materinya dalam seminar tersebut.

Saat dikonfirmasi awak media, Hasto tidak menampik bahwa sindiran tersebut diarahkan pada sosok tertentu.

“Ya, saya juga baru tahu pada seminar ini moderator namanya Joko dan kemudian juga, itu sebagai baseline kita dalam melihat Indonesia ini, yang seharusnya menjadi negara demokrasi,” ujar Hasto di hadapan awak media.

Baca Juga: PDIP Kritik Koperasi Merah Putih yang Diseragamkan, Hasto: Harus Tumbuh Organik Sesuai Potensi Daerah

Hasto menegaskan bahwa Indonesia harus tetap berjalan sesuai cita-cita demokrasi yang berpihak kepada rakyat. Menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semestinya digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk tujuan politik elektoral.

“Indonesia yang seharusnya APBN itu untuk rakyat, bukan untuk kepentingan elektoral. Indonesia yang hukumnya dibangun untuk keadilan, untuk kemanusiaan, bukan sebagai alat kepuasan,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Hasto kembali menyinggung nama moderator sebagai titik rujukan dari kritik yang disampaikannya.

“Itu sebagai suatu otokritik yang menemukan point of reference-nya dengan moderator yang bernama Joko,” pungkasnya.

Reporter: Rovallgio

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru