Hasto: Aspirasi Mahasiswa Soal MBG Harus Didengar dan Dievaluasi Pemerintah
Blitar, Nawacita – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menilai aspirasi mahasiswa terkait dugaan penyalahgunaan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menjadi perhatian pemerintah. Menurutnya, kritik yang disampaikan mahasiswa merupakan bentuk idealisme untuk mengawal tata kelola pemerintahan agar berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Pernyataan tersebut disampaikan Hasto usai mengikuti Seminar Nasional Bulan Bung Karno di Blitar, Minggu (15/6/2026) malam.
“Mahasiswa menyampaikan aspirasinya dengan seluruh idealismenya. Mereka bertindak cepat ketika sejak awal banyak kritik diberikan terhadap potensi tata kelola dari program yang secara filosofis dan konsep itu baik, tetapi di dalam tata kelolanya, sejak awal diduga berpotensi untuk terjadi penyalahgunaan kewenangan dan terjadi korupsi,” kata Hasto.
Ia menambahkan, berbagai temuan yang disampaikan oleh Kejaksaan Agung terkait dugaan penyalahgunaan dalam program MBG semakin memperkuat alasan mahasiswa untuk menyuarakan kritik. Menurutnya, mahasiswa mengingatkan pentingnya menjaga anggaran pendidikan agar digunakan sesuai tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Baca Juga: Didukung MPP PDIP, Kini Hadir Stan Kuliner Semanggi Khas Surabaya di Jantung Kota
“Dan saat ini dihadapkan fakta-fakta itu, Kejaksaan Agung menyampaikan berbagai bentuk penyalahgunaan di MBG dan kemudian para mahasiswa menyampaikan aspirasi untuk mengingatkan tentang pentingnya menjaga dana pendidikan yang seharusnya mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Hasto menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi, setiap aspirasi publik harus didengarkan dan direspons melalui dialog serta evaluasi. Ia menyebut demokrasi Indonesia dibangun melalui perjuangan panjang sejak era reformasi sehingga ruang kritik harus tetap dijaga.
“Sebagai pemerintahan dari suatu negara demokratis yang dibangun dengan susah payah melalui reformasi, maka berbagai aspirasi itu harus didengarkan, kemudian diajak dialog serta dilakukan evaluasi ke dalam,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hasto menilai kritik mahasiswa perlu dipandang sebagai masukan yang konstruktif. Ia mengingatkan pengalaman PDI Perjuangan saat berada di pemerintahan yang menurutnya menunjukkan bahwa sejumlah kritik publik yang sempat diabaikan akhirnya terbukti menjadi persoalan nyata.
Baca Juga: Ziarah ke Makam Bung Tomo dan WR Soepratman, Hasto: Teladani Jiwa Semangat Para Pahlawan
“Karena kemurnian aspirasi dari mahasiswa itulah yang seharusnya kita perhatikan. Berbagai kritik yang muatannya baik jangan sampai dikalahkan hanya oleh aspek approval rating,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Hasto juga menyinggung kondisi fiskal nasional yang menurutnya perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Ia menilai terdapat sejumlah persoalan mendasar dalam tata kelola pemerintahan yang harus diakui secara jujur agar dapat diperbaiki.
“Ada persoalan-persoalan yang tidak benar dan ini seharusnya menjadi bahan evaluasi secara jujur,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Hasto mengatakan Fraksi PDI Perjuangan di DPR akan membawa berbagai aspirasi yang berkembang di masyarakat ke dalam forum-forum pembahasan di parlemen.
“Melalui Fraksi PDI Perjuangan, berbagai aspirasi itu akan kami suarakan dalam rapat-rapat di komisi. Kekuasaan yang baik itu mendengarkan suara-suara kritis, meskipun terasa pahit,” pungkasnya.
Reporter : Rovallgio


