Ruang Rawat Inap Sering Penuh, Puskesmas Klatakan akan Koordinasi dengan Dinkes
Jember, Nawacita.co – Program UHC inovasi bupati Jember M Fawait memudahkan menjamin masyarakat yang ber-KTP Jember untuk layanan kesehatan.
Namun lonjakan pasien UHC (Universal Health Coverage) atau KTP berobat gratis menyebabkan kamar rawat inap sering penuh.
Tantangan ini sering terjadi seiring meningkatnya akses kesehatan. Namun pihak Puskesmas maupun RS Tidak Boleh menolak jika kamar penuh bahkan pihak Puskesmas maupun RS diwajibkan berkoordinasi dengan puskesmas sebelah atas RS terdekat walaupun pasien UHC/BPJS.
Seperti yang terjadi di Puskesmas Klatakan kecamatan Tanggul jika kamar rawat inap penuh akan difokuskan pada keselamatan pasien, manajemen antrean, dan koordinasi rujukan, mengacu pada prinsip pelayanan kesehatan dasar.
Baca Juga: Operasi Pasar Gas Melon 3 Kg di Kecamatan Tanggul, Warga Puji Bupati Jember
“Tindakan yang kami diambil pemeriksaan medis awal (Triage) tim dokter akan melakukan asesmen apakah kondisi pasien darurat dan wajib rawat inap, atau masih bisa ditangani sebagai rawat jalan,” ucap dr Beny Herlingga kepala Puskesmas Klatakan 04/05/2026.
dr Beny menjelaskan optimalisasi fasilitas yang memastikan bahwa informasi mengenai kamar penuh adalah akurat, mengingat kamar kosong secara fisik belum tentu bisa diisi pasien.
“Misalnya karena perbedaan gender, jenis penyakit menular/non-menular maka kami koordinasi rujukan jika puskesmas rawat inap tidak memungkinkan,” terang dr Beny.
Baca Juga: Dinkes Jember Optimis Juken Mampu Turunkan AKI, AKB dan Stunting
Tapi, lanjut dr Beny jika pasien dalam kondisi stabil, dapat diposisikan untuk mengantre kamar dengan pemantauan ketat dari petugas medis, tapi yang jelas Puskesmas akan memprioritaskan tindakan yang paling aman untuk kondisi pasien sesuai dengan standar pelayanan,” ungkap dr Beny.
Selain itu dr Beny berharap, Puskesmas Klatakan agar di lakukan penambahan ruang rawat inap atau hospital bed, mengingat lonjakan UHC sangat berdampak positif pada kesehatan masyarakat. Maka kami akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk mencarikan solusi terbaik demi “Jember Baru Jember Maju”
“Inovasi bupati Jember sangat bagus sekali dan sangat menjamin kesehatan masyarakat, namun di puskesmas klatakan sering terjadi kamar rawat inap penuh dan hospital bed juga terisi semua, semoga Pemkab memberikan solusi dengan menambah ruang rawat inap di Puskesmas Klatakan, “pungkasnya. (ADV)










