Pemkot Surabaya Matangkan Persiapan Porprov 2027, Targetkan 250 Medali Emas
Nawacita – Walikota Surabaya Eri Cahyadi mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027 yang direncanakan berlangsung pada Juni hingga Juli. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah mengadakan silahturahmi bersama KONI Kota Surabaya.
Silahturahmi tersebut dilaksanakan di Graha Sawunggaling Pemkot Surabaya, Selasa (28/4/2026), yang dihadiri seluruh cabang olahraga (cabor) di Koni Surabaya untuk memastikan kesiapan seluruh cabor, salah satunya ialah kesiapan venue pertandingan.
“Ini persiapan Porprov tahun 2027 yang insya Allah akan diadakan bulan Juni-Juli, sehingga kami mengundang seluruh cabor yang ada di Surabaya, untuk satu memastikan venue-nya,” ucap Eri.
Pada kesempatan tersebut Eri menjelaskan, penyediaan venue tidak hanya mengandalkan fasilitas milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, tetapi juga dilakukan melalui kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi. Di antaranya fasilitas milik Universitas Negeri Surabaya serta Universitas Ciputra.
Baca Juga: Peringati Hari Kartini, Pemkot Surabaya Gelar Baksos “Nakes Menyapa Warga”
“Kami tidak bisa menyiapkan semuanya sendiri. Karena itu, kami mengundang seluruh cabor untuk mengecek langsung kondisi venue di lapangan dan memberikan masukan terkait kekurangannya,” ujarnya.
Menurutnya, masukan dari masing-masing cabor sangat penting guna menyempurnakan fasilitas yang ada. Hal ini sejalan dengan target besar yang dicanangkan Pemkot Surabaya, yakni meraih 250 medali emas dalam ajang tersebut.
Selain kesiapan venue, Eri juga menekankan pentingnya pengaturan alur mobilitas atlet dan ofisial menuju lokasi pertandingan. Ia meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk merancang sistem pengaturan jadwal dan pergerakan yang baik, sehingga pelaksanaan Porprov di Surabaya bisa menjadi contoh bagi daerah lain di masa mendatang.
Di sisi lain, aspek keamanan dan sportivitas juga menjadi perhatian serius. Eri menegaskan tidak ingin ada insiden kericuhan atau tawuran selama ajang berlangsung. Untuk itu, pengamanan akan diperketat dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan penonton.
“Saya tidak ingin ada tawuran. Porprov ini harus menjadi ajang untuk menunjukkan sportivitas. Yang senior harus memberi contoh kepada yang muda agar menjunjung tinggi nilai-nilai olahraga,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh pengurus cabor untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kondusivitas, termasuk memberikan pembinaan kepada atlet agar tidak mudah terpancing emosi.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Tata Ulang KBS, Dukung Pelaksanaan Night Zoo
Terkait kesiapan fasilitas, Eri menyebut sebagian besar venue telah tersedia. Meski demikian, masih ada satu hingga dua lokasi yang perlu disiapkan lebih lanjut serta beberapa venue lain yang akan mengalami perbaikan. Untuk cabang olahraga tertentu seperti paralayang, ia mengakui tidak dapat difasilitasi di Surabaya karena keterbatasan kondisi geografis.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemkot Surabaya optimistis mampu menjadi tuan rumah yang sukses sekaligus menghadirkan penyelenggaraan Porprov yang aman, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Karena kita di Surabaya ini menunjukkan sportivitas yang tinggi, itulah poin keberhasilan dalam sebuah pengadaan atau melaksanakan Porprov,” pungkasnya.
Reporter : Rovallgio

