Tuesday, May 12, 2026

Pemkot Bandung Bakal Tambah Kampung Tanggap Bencana

Bandung, Nawacita.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana untuk menambah Kampung Tanggap Bencana.

Hal itu dilakukan sebagai langkah mitigasi bencana secara dini, mengingat Kota Bandung sendiri menjadi salah satu wilayah yang cukup rawan terjadi bencana khususnya banjir dan gempa bumi.

Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Soni Bakhtiar mengungkapkan bahwa rencananya Pemkot Bandung akan menambah Kampung Tanggap Bencana sebanyak dua wilayah yang terletak di Kecamatan Cidadap dan Sukasari.

Sebelumnya Pemkot Bandung sendiri sudah memiliki dua wilayah yang menjadi Kampung Tanggap Bencana yang terletak di Kecamatan Ujung Berung dan Kelurahan Mandalajati.

“Kampung Siaga Bencana, rencana di Kecamatan Cidadap dan Kecamatan Sukasari di tahun 2025 ini kita bangun lagi Kampung Siaga Bencana. Yang ada baru dua, Ujung Burung dan Mandala Jati. Sekarang kita tambah lagi Sukasari dan Cidadap,” ungkap Soni saat ditemui di Bandung, (5/5/2025).

Soni menerangkan bahwa langkah ini sebagai mitigasi bencana secara dini kepada masyarakat. Hal itu dapat meminimalisir banyaknya korban saat terjadi bencana seperti gempa bumi.

Mengingat Bandung sendiri berada cukup dekat dengan patahan atau sesar Lembang yang suatu saat bisa aktif dan menyebabkan Gempa Bumi Dahsyat atau Megathrust.

Baca Juga: Sampah Menumpuk, Pemkot Bandung Siap Ambil Alih Pengelolaan Sampah di Pasar Gedebage

“Semua kesiapsiagaan itu tentu harus ada partisipasi dari masyarakat. Jadi pada saat nanti terjadi bencana dan ancaman bencana di kota Bandung ini apa saja. Contoh misalkan patahan Lembang, ada berpotensi juga megathrust. Oleh karena kita harus selalu siap kapanpun itu bisa terjadi. Apa yang harus dipersiapkan tentu warga masyarakat harus mengetahuinya dong,” terang Soni.

“Jangan cuma menunggu bantuan dari pemerintah atau bantuan pihak-pihak lain. Tapi kesiapsiagaan sendiri pada saat itu terjadi kita sudah tahu bagaimana mitigasi resikonya pada saat bencana itu terjadi,” imbuh dia.

Terkait pemilihan wilayah Kampung Tanggap Bencana sendiri dipilih berdasarkan zona wilayah yang paling beresiko terdampak bencana di Kota Bandung khususnya Megathrust.

Sementara itu menurut catatan yang dimiliki Dinas Sosial Kota Bandung, terdapat 15 wilayah yang paling beresiko terdampak bencana.

“Kita melihat resiko yang bakal terjadi kalau megatrust itu akan terjadi dan patahan lembang itu bakal terjadi. Jadi kita lihat mana yang kecamatan dari 30 itu yang terdampak. Kan semuanya sudah ada yang merah mana, yang kuning mana, yang hijau mana. Jadi semua kita pilih yang resikonya tinggi. Jadi yang 15 kecamatan yang diprioritaskan yang masuk ke dalam zona merah,” jelasnya.

Soni menjelaskan bahwa nantinya Kampung Tanggap Bencana sendiri akan dilatih dan disiapkan terkait lokasi evaluasi, posko logistik, posko media serta fasilitas posko lainnya. Pemilihan lokasi setiap poskonya akan bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Nanti kita siapkan dimana evakuasinya ada lokasi kita pilih, lalu tempat logistiknya dimana, lalu tempat medisnya dimana. Semuanya harus dipersiapkan dari sekarang. Jadi nanti pada saat bencana udah gak gagap lagi masyarakat tuh. Tempat evakuasi kemana? Udah tau dia dituju,” katanya.

“Kita pilih tempat evakuasi itu dari hasil analisa yang dilakukan oleh ITB, tempat itu yang gak akan terkena dampak. Kalau lihat dari analisanya ya, kita kan gak tau nanti pada saat terjadi. Tapi yang penting kita sudah menempatkan itu posisi aman,” tambah Soni.

Soni mengatakan bahwa nantinya warga beserta keluarganya akan dilatih terkait kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Nantinya masyarakat di kampung tersebut akan dibagi per kelompok sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Sehingga ketika terjadi bencana, setiap individu sudah mengetahui apa yang harus dilakukan.

“Ya, bagaimana cara kalau itu bencana terjadi, bagaimana menolong diri sendiri, bagaimana menolong orang lain, bagaimana dia mengamankan diri saat terjadi gempa, apapun itu mereka diedukasi oleh ahlinya. Kita bentuk kelompok, kelompok masyarakat yang kita edukasi seperti layaknya tagana lah, taruna tanggap dan siaga bencana,” pungkasnya.

Reporter : Niko

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru