Budi Gunadi Paparkan 3 Strategi Penuhi Ketersedian Rumah Sakit Covid-19

0
113
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

Jakarta, Nawacita – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengambil sejumlah langkah untuk menambah kapasitas rumah sakit untuk perawatan pasien Covid-19. Ia mengungkapkan ada tiga strategi yang bisa dilakukan, terutama jika kasus memburuk yang diprediksi antar 30-60 persen dalam sepekan ke depan.

“Skenario kedepan yang dibuat 2 minggu lalu, menghitung kira-kira berapa yang harus kita tambah kalau kasus memburuk di atas 30 persen dari sekarang dan sangat memburuk 60 persen dari sekarang berapa kekurangan RS nya, kalau kita memburuk 30 persen dalam jangka 1-2 minggu kedepan yang berat adalah Yogyakarta dan Jakarta karena akan kekurangan tempat tidur isolasi dan ICU,” kata Budi, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI secara virtul, Selasa (13/7/2021).

Strategi pertama untuk di Yogyakarta misalnya, bed occupancy rate (BOR) mencapai 91 persen, tapi baru terisi 2.400-2.500an tempat tidur (TT). Padahal, yang tersedia sebenarnya ada 8.200 TT.

Oleh karena itu, Budi meminta agar RS di Yogyakarta konversi 2.000 TT lagi, sehingga totalnya menjadi 4.000 TT dan bisa menurunkan BOR.

“Saya paham di RS ada jatahnya untuk masing-masing spesialis untuk siapkan kamar. Tapi, karena sekarang sedang naik pasien Covid-19-nya, dedikasikan dulu untuk Covid-19,” tegasnya.

Kemudian, strategi kedua yakni konversi 1 rumah sakit besar agar bisa digunakan 100 persen untuk Covid-19.

Di Jakarta, saat ini sudah ada RS Fatmawati, RSUP Persahabatan, dan RS Sulianti Saroso yang menambah kapasitas hampir 1.000 kamar.

“Ini juga perlu dilakukan di kota-kota lain kalau BOR-nya makin tinggi, dan konversi sudah di atas 50-60 persen,” ucapnya.

Terakhir, kata Budi dengan menambah RS lapangan atau darurat. Namun, RS tersebur harus sudah memiliki fasilitas yang sudah ada kamar, kamar mandi, dan tempat tidur.

“Itu paling penting daripada bikin baru. Itu yang sudah kita lakukan di Asrama Haji ada tambahan 900, dan mungkin bisa dipakai sekitar 700-800-an. Ini ada oksigen dan bisa melayani pasien gejala sedang,” ungkap budi.

“Di Asrama Haji, juga ada 1 gedung khusus untuk ICU yang bisa menampung lebih dari 100 pasien, jadi kemungkinan ada 900-1.000 pasien,” tambahnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY