Pimpinan Komisi VI Minta RS BUMN Percepat Penambahan Kapasitas ‘Bed’ Pasien Covid-19

0
287

Jakarta, Nawacita – Kapasitas layanan instalasi gawat darurat (IGD) dan unit perawatan intensif (ICU) disejumlah rumah sakit di Jakarta saat ini rata-rata sudah mencapai 90 persen lebih bahkan hampir penuh. Hal itu diakibatkan dari melonjaknya kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di atas 20.000 per hari sejak 10 hari terakhir.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung meminta kepada Rumah Sakit yang di kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mempercepat penambahan kapasitas tempat tidur terutama pada layanan instalasi gawat darurat (IGD) dan unit perawatan intensif (ICU).

“Kami meminta holding RS BUMN untuk memakai segala cara yang mungkin bisa untuk menambah ketersediaan tempat tidur, termasuk jika harus bersinergi dengan BUMN lainnya,” kata Martin, saat diwawancarai di Gedung Nusantara I, Selasa (06/07/2021).

“Misalnya banyak hotel-hotel BUMN dan lahan-lahan BUMN yang tidak terpakai, dan itu bisa kita gunakan untuk RS Darurat penanganan Covid-19,” tambahnya.

Saat ini PT Pertamedika IHC (RS Holding BUMN) tengah membangun rumah sakit modular (RS Semi Permanen) untuk difungsikan sebagai tempat perawatan pasien Covid-19 di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat. Martin menyampaikan jika Komisi VI DPR RI mendukung kebijakan itu. Akan tetapi, ia menegaskan harus dengan cepat ada penambahan kapasitas.

“RS Modular yang sedang dibangun itu kapasitas hanya 500 tempat tidur, di asrama haji baru 150 berarti baru ada 650. Padahal dengan melihat gelombang kedua Covid-19 yang begitu parah ini, dan jika kita berkaca sejarah pandemi flu 1918 itu bisa 4 gelombang. Maka tadi kami minta supaya dibuat desainnya itu bisa mencapai 10.000 bed, mungkin dalam waktu dekat ini 2.000 dulu,” tegas politisi Partai NasDem itu.

Untuk rencana penambahan 10 ribu tempat tidur itu, Martin menyebutkan pihaknya akan melakukan rapat terlebih dahulu dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

“Nanti kami akan rapat dulu dengan Menteri BUMN, dalam rapat itu juga kami akan membahas anggaran dananya. Karena anggaran ini, tidak mungkin jika tidak bersumber dari APBN, apakah bisa kita memakai CSR dari BUMN lainnya, untuk bisa membangun fasilitas-fasilitas darurat Covid-19 ini. Intinya nanti kami ngomongin dulu dengan Menteri BUMN,” paparnya.

Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Direktur Utama Pertamedika IHC Fathema Djan Rachmat menyampaikan bahwa RS Modular nantinya memiliki 500 tempat tidur dan ditargetkan rampung dalam waktu empat pekan ke depan.

“Yang akan kita bangun bersama-sama nantinya ini Pak, 500 bed lagi dengan 200 tempat tidur untuk ICU dan 300 isolasi. Diharapkan 500 bed ini selesai dalam empat minggu,” kata Dirut Pertamedika IHC Fathema.

Lebih lanjut, Fathema menuturkan hingga kini proses pembangunan RS Modular sudah masuk tahap pembersihan area dan pengerasan tanah. PT Pertamedika IHC juga sudah memesan alat-alat kedokteran yang akan dipasang di RS Modular.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY