15 Kades di Banyuwangi Minta Ganti Motor Operasional Meski Pandemi

0
87

Banyuwangi, Nawacita – Belasan kades mendatangi kantor DPRD Banyuwangi. Mereka menuntut Pemkab memberikan sepeda motor Yamaha NMAX untuk operasional.

Tak hanya itu, mereka juga meminta anggaran pavingisasi sepanjang 1.000 meter. Total, ada 15 kades yang tergabung dalam Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Banyuwangi (Askab).

Belasan kades tersebut ditemui dua Wakil Ketua DPRD Banyuwangi. Yakni Michael Edy Hariyanto dan M Ali Mahrus di ruang rapat khusus kantor dewan, Senin (5/7/2021).

Ketua Askab Banyuwangi Anton Sujarwo mengatakan, sepeda motor tersebut sempat disampaikan oleh Bupati Banyuwangi periode 2010-2020 Abdullah Azwar Anas, sekitar pertengahan 2020.

“Hal itu disampaikan Pak Anas secara terbuka saat pertemuan di Gedung Olahraga (GOR) Tawang Alun,” kata Anton kepada wartawan.

Anton juga mengatakan, kendaraan operasional kades banyak yang sudah tidak layak. Jika ada motor baru, kendaraan itu untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

“Kalau ngomong soal urgensi ya memang urgent. Kendaraan kita, teman-teman kepala desa itu banyak yang sudah tidak layak karena sudah lama,” kata pria yang menjabat Kades Aliyan, Kecamatan Rogojampi itu.

Mereka akhirnya meminta bantuan wakil rakyat untuk menagih janji pemberian motor matic berukuran bongsor, untuk operasional kepala desa.

Selain motor, Anton juga menagih janji Pemkab Banyuwangi soal hibah paving sepanjang seribu meter tiap desa. “Masing-masing desa itu sudah menganggarkan dana sebesar Rp 25 juta pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun ini. Uang itu sebagai dana pemasangan dan pemberian material contohnya pasir, sementara paving berasal dari Pemkab,” lanjutnya.

Wakil Ketua DPRD M Ali Mahrus berjanji akan meneruskan aspirasi para kades. Termasuk hibah paving dan sepeda motor operasional kades.

“Karena ini aspirasi kades, kami berkewajiban meneruskan aspirasi tersebut. Akan kami tanyakan dalam forum rapat Badan Anggaran dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), saat rapat pembahasan Perubahan APBD 2021,” kata dia.

Terlepas dari itu Mahrus juga menambahkan, mobil dinas pimpinan DPRD sebenarnya harus ganti dua tahun lalu. Namun karena saat ini masih masa pandemi, maka pihaknya bisa memaklumi kendaraan operasional pimpinan dewan belum diganti.

“Maka, jika ditanya sikap kami terhadap permintaan kades agar Pemkab mengganti kendaraan operasional mereka, kami tidak ingin mengomentari lebih jauh. Silahkan dilogikakan sendiri,” pungkas Mahrus.

Sumber : detik

 

LEAVE A REPLY