Konser Asia Pasifik 2022, Mensos Risma Minta Bertha Berdayakan Musisi Disabilitas

0
894
Penyanyi dan instruktur vocal Etha Herawati yang akrab disapa Bertha. Foto : alma/nawacita

Jakarta, Nawacita – Indonesia akan turut serta dalam ajang konser Asia Pasifik 2022 mendatang. Penyanyi dan instruktur vocal Etha Herawati yang akrab disapa Bertha pun diminta Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini memberdayakan musisi-musisi disabilitas.

Bertha bertemu dengan Menteri Sosial Tri Rismaharini di kantornya, Rabu (9/6/2021) pagi. “Membahas program pendidikan musik dan vocal untuk anak-anak disabilitas jelang konser Asia Pasifik 2022,” kata bertha, saat diwawancarai di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Bertha menyebut untuk melatih para musisi, dibutuhkan knowledge serta selera yang bagus juga membutuhkan musisi yang sudah profesional. Agar menghasilkan karya yang luar biasa dalam ajang tersebut.

“Yang harus dibangun itu taste selera musiknya, juga knowledge, karena musik bukan hanya genjrang-genjreng,” tandasnya.

“Mulai Juli 2021 – Oktober 2022 berarti satu tahun lebih, kalau kita bisa konsisten saya yakin kita bisa, tapi kalo basic sekali tidak bisa dianggap cukup,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Toni Brilianto selaku music director Talenta Svara Bertha, ia menilai dalam melatih seorang musisi, harus mengetahui bagaimana skill yang dimiliki musisi tersebut.

Sehingga, pelatihan yang akan dilakukan nanti dapat sesuai dengan kemampuannya dan mempersingkat waktu pelatihan.

“Langkah pertama harus tahu dulu musisi yang mau di berdayakan, kita pengen denger dari Kemensos baru kita bisa lebih lanjut, mulai dari mana nih apakah musisinya membutuhkan sentuhan-sentuhan atau secara teknis butuh aransemen,” papar Toni.

“Makanya kita datang ke sini mencari informasi setelah itu kita pikirkan lebih lanjut apa yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkan potensi dari musisi,” sambungnya.

Namun, Toni berharap untuk konser Asia Pasifik 2022 nanti, musisi yang akan ditampilkan merupakan musisi-musisi yang sudah memiliki basic atau musisi yang sudah profesional. Karena, menurutnya hal tersebut akan menunjang performa musisi.

“Bukan ngumpulin yang disabilitas tapi bakatnya minim. Tapi kita ngumpulin profesional yang kebetulan dia disabilitas kita perform ke acara itu, jadi standart qualitynya itu tinggi dan profesional,” tutup Toni.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY