Walkot Jaktim Tinjau Langsung Proses Belajar Tatap Muka di SD Pondok Kelapa

0
211

Jakarta, Nawacita – Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar meninjau langsung proses belajar tatap muka di SD Pondok Kelapa. Ia menjelaskan pada percobaan hari ini Rabu (7/4) merupakan siswa dari kelas lima.

“Pagi ini kita memulai belajar langsung dan memonitor di SD Pondok Kelapa tentunya ini semua melalui kajian dan evaluasi kita akan coba lagi satu kelas separuh dari jumlah murid jadi satu hari ini kelas lima besok disinfektan kosong dulu,” kata Anwar, kepada wartawan, Rabu (7/4/2021).

Dalam proses belajar tatap muka, ia menjelaskan hanya dilakukan selama tiga jam tanpa ada jam istirahat. Sebab jam istirahat dianggap rawan jadi klaster baru penyebaran COVID-19.

Ia pun mengatakan, proses belajar tatap muka di masa pandemi akan di gilir setiap harinya dan separu dari jumlah murid. Serta atas seizin dari orangtua murid.

“Jumat ini kelas enam jadi setiap hari ganti- ganti kelas yang kedua belajar hanya tiga jam setelah itu pulang tidak ada jam istirahat karena jam istirahat rawan interaksi jadi klaster baru. Ini hanya separuh jumlah murid nanti waktu berikutnya kita nggak memaksakan kalau orangtuanya tidak membolehkan tidak dipaksakan tapi yang dibolehkan belajar langsung,” bebernya.

Lebih lanjut, Anwar mengatakan, untuk saat ini yang hanya diperbolehkan melakukan belajar tatap muka hanya kelas empat, lima dan enam. Untuk kelas satu, dua dan tiga belum diizinkan, karena masih sangat rawan.

“Kelas yang wajib empat lima enam karena mereka sudah mulai mengerti kalau satu dua tiga masih rawan yang kedua juga,” jelasnya.

Untuk saat ini, proses belajar hanua 25 sekolah di Jakarta Timur karena sarana dan prasarana yang sudah memadai.

“Di Jakarta Timur 25 yang fix evaluasi dilakukan karena sarana prasarana kelasnya lingkungannya membolehkan mereka belajar langsung yang kedua gurunya divaksin semua ini penting karena interaksi sama guru rata rata mendekati lansia,” ucap Anwar.

Dia menegaskan, dalam proses belajar tatap muka pihak sekolah akan memprioritaskan penerapan protokol kesehatan dengan menyediakan wastafel untuk mencuci tangan, menyediakan hand sanitizer serta sebelum pembelajaran ruangan akan disinfektan agar steril.ap Muka

“Pertama protokol kesehatan diprioritaskan punya cucian tangan di depan wastafel hand sanitizer ada sebelum belajar disinfektan ruangan dipastikan steril,” pungkasnya.

 

Penulis: Alma Fikhasari

 

LEAVE A REPLY