Sandiaga: Pelaku Usaha Homestay dan Jadilah Pemenang

0
324
Sandiaga Uno

Jakarta, Nawacita – Menteri Pariwisata dan EKonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meminta pelaku wisata dan ekonomi kreatif (parekraf) bisa menangkap peluang homestay di masa pandemi Covid-19 ini.

Sandiaga mengatakan, dukungan ini menjadi salah satu cara agar pelaku parekraf optimis bangkit pada sektor ini. Kemparekraf juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan semangat dan motivasi agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terpuruk ini bisa bangkit.

Homestay bisa menjadi sumber mata pencaharian bagi 34 juta rakyat Indonesia pelaku parekraf agar bisa bertahan serta tahun ini kita bisa menjadi pemenang,” ujar Sandiaga saat memberikan keynote speech dalam workshop series Community Tourism Development bertajuk “Mendorong Potensi Wisata Melalui Pembiayaan Homestay” yang digelar SMF bekerja sama dengan Berita Satu Media Holdings (BSMH) Selasa (23/3/2021).

Sandiaga mengatakan, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor paling terdampak oleh pandemi Covid-19 ini. Di Indonesia terjadi penurunan jumlah wisatawan mancanegara hampir 75 persen sepanjang Januari-November 2020.

Untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional di sektor pariwisata, katanya, Kemparekraf menjalankan program yang berbasis community base program. Ini salah satunya pembiayaan homestay yang tengah populer.

“Kami juga merumuskan strategi untuk mendorong potensi wisata dengan pembiayaan homestay karena kalau dilihat jumlah wisatawan mancanegara turunnya 73,6 persen hingga November 2020. Namun wisatawan nusantara turun kira-kira 30 persen. Ini artinya terbuka peluang untuk homestay dan banyak yang dimiliki potensi dewa wisata Indonesia,” ungkap Sandiaga.

Sandiaga melabjutkan bahwa ia melihat daya tarik pariwisata sekarang di desa wisata karena lebih natural berbasis alam terbuka dan wisata berbasis edukasi karena banyak lokasi wisata alam, wisata budaya juga produk-produk ekonomi kreatif, produk kreatif unggulan yang dapat dikembangkan di berbagai desa wisata.

Menurutnya, Kemparekraf tengah melakukan pendampingan kepada desa wisata agar nanti di tahun 2024 bisa tercipta 244 desa wisata mandiri. Pendampingan berupa dalam bentuk pengembangan SDM, iptek, pengembangan produk dan promosi digital,” urai dia.

Dalam pengembangan desa wisata, keberadaan homestay dinilai sebagai terobosan yang menjadi andalan ke depan, baik untuk masyarakat ada di kelas menengah hingga ke bawah. Hal ini berdampak positif untuk pemulihan ekonomi warga sekitar.

“Jadi tidak hanya yang masyarakat kelas atas tapi juga menengah kebawah menikmati kebangkitan pariwisata ini. Dewasa ini homestay memang mulai mengalami perubahan yang sangat positif, mulai dari kualitas pelayanan, bangunan, lokasi dan fasilitas. dengan konsep pariwisata yang shifting menjadi quality dan sustainable tourism,” jelasnya.

brt1

LEAVE A REPLY