Dampak Pandemi Virus Covid-19 Terhadap Sektor Jasa Transportasi Ojek Online

0
199
Beata Komdia Jumianti, S.Kom

 

Nawacita – Penerapan aturan social distancing hingga work from home yang ditujukan untuk menekan penyebaran wabah COrona Virus Diseases 2019 (covid-19) turut berimbas negatif bagi sektor jasa transportasi. Salah satunya adalah perusahaan transportasi berbasis online. Sejak pandemi covid 19 membuat pemesanan atau order transportasi online menurun. Apalagi, sejak pemerintah menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak, proses belajar-mengajar di sekolah dan universitas diliburkan, serta  work from home atau bekerja dari rumah untuk para pekerja. Jumlah penumpang mengalami penurunan.

Dampak lainnya adalah pihak perusahaan ojek online melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan. Selain itu juga menghentikan sejumlah layanan. Selain karyawan yang terdampak keputusan ini adalah para mitra yang berkerja sama dengan perusahaan ojek online.

Sementara mitra driver ojek online tidak terdampak secara langsung. Sebab ojek online akan masih berfokus pada tiga bisnis inti. Yakni tranportasi, layanan pesan antar makanan dan uang elektronik. Disamping itu juga layanan yang menunjukan hasil pertumbuhan yang menjanjikan di tengah pandemi seperti bisnis logistik yang tumbuh 80 persen sejak awal pandemi atau layanan belanja kebutuhan sehari-hari yang telah naik dua kali lipat.

Selain itu perusahaan teknologi penyedia layanan berbasis aplikasi ojek online meluncurkan 12 program kesejahteraan mitra pengemudi ditengah pandemi corona. Program itu demi keberlangsungan mata pencarian  di tengah penurunan aktivitas masyarakat akibat pandemi virus corona covid 19. Dalam 12 program ini mencakup tiga area utama paling berdampak bagi keberlangsungan hidup mitra, yakni penyedia layanan kesehatan, ringankan beban biaya harian, dan bantuan pendapatan.

Inisiatif itu dirancang agar dapat mencangkup area-area kritis yang paling berdampak kepada para mitra ojek online. Program –program itu antara lain, pada bidang kesehatan meliputi penyediaan perlengkapan kesehatan, jaminan asuransi kesehatan (rawat jalan dan inap) dan  meningkatkan kesadaran mitra untuk menaati prosedur kesehatan dengan materi –materi edukasi melalui notifikasi pada aplikasi.

Pada bidang ringankan beban biaya harian meliputi, distribusi paket sembako untuk pengemudi di atas 60 tahun di kota-kota utama, pemberian kupon untuk membeli kebutuhan pokok sahari-hari diminimarket, dan paket makanan hemat dan sehat serta bantuan pembayaran pinjaman kendaraan berupa keriganan pembayaran cicilan kendaraan.

Sementara untuk bantuan pendapatan antara lain penambahan opsi pilihan agar apara konsumen dapat menambah tip mitra (hingga Rp 100.000), bantuan bagi pengemudi terkonfirmasi positif covid 19 dan terakhir bantuan langsung tunai bagi yang memenuhi  syarat.

Bagi mitra yang terdampak secara langsung, pihak perusahaan menyiapkan program khusus, yakni program solidaritas mitra covid 19. Program tersebut adalah peningkatan keterampilan melalui pelatihan online dengan tujuan bisa menjadi bekal para mitra yang terkena dampak.

Sementara bagi karyawan yang di-PHK perusahan ojek online menyiapkan beberapa benefit. Mulai dari pesangon yang disebut di atas standar yang diterapkan pemerintah dan perpanjangan asuransi kesehatan hingga 31 desember 2020. Karyawan juga diperkenankan memiliki laptop yang diberikan perusahaan saat masuk bekerja untuk mencari peluang baru.

 

Ditulis Oleh : 
Beata Komdia Jumianti, S.Kom

Penulis adalah mahasiswi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjung Pura Pontianak

LEAVE A REPLY