DPR Usul Moratorium Kunjungan Warga Negara Positif Corona

0
193

Jakarta, Nawacita – Pihak Pemerintah dinilai perlu untuk menerapkan moratorium atau larangan sementara, terhadap warga atau wisatawan dari negara-negara yang memiliki potensi besar menyebarkan Covid-19 atau Virus Corona.

Demikian disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding. Dia berpendapat, moratorium itu perlu dilakukan pemerintah dengan tujuan mencegah lebih masifnya penyebaran Corona di Indonesia.

“Saya pikir kalau perlu kita moratorium sementara terhadap 10 negara yang potensial. Moratorium sementara dengan batas-batas tertentu. Itu satu yang harus dilakukan pemerintah,” kata Karding di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Dia menyebut negara yang dianggap perlu dilakukan moratorium diantaranya China, Jepang, Korea Selatan, dan Iran. Usulan tersebut, juga akan disampaikan kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), hanya saja saat ini terkendala dengan masa reses DPR.

“Saya kira begitu, sayangnya kita reses ini jadi ya enggak tepat juga disampaikan,” ujar Karding.

Selain moratorium, Karding juga meminta Crisis Centre Virus Corona tak hanya ada di Jakarta, namun juga ada di setiap kabupaten kota. Sehingga, bila terdapat kejadian positif Corona di daerah-daerah, bisa segera ditangani dengan baik.

“Dokternya, polisinya, tentaranya, tokoh-tokoh masyarakatnya yang kira-kira antisipasi semua kejadian dengan melihat kejadian yang ada di Wuhan misalnya. Jangan seperti kemarin, panik sebentar, masker dan hand sanitizer habis. Ini kan artinya kita harus betul-betul siap,” tutur dia.

Lebih lanjut, saat ini menurutnya informasi yang utuh soal menanggulangi dan cara menghindari corona dari pemerintah sangat penting. Oleh karena itu dia mendorong agar Kemenkes dan Kemkominfo aktif melakukan sosialisasi di masyarakat.

“Menurut saya harus ditayangkan rutin di TV selain ke grup WA dan official. Jadi, harus ada satu sistem yang cepat dan terencana untuk antisipasi. Dan masyarakat enggak usah panik,” tukasnya.

RSA

LEAVE A REPLY