Mulai Sekarang, Warga Surabaya Cukup Mengurus SKM melalui RW

0
772

Surabaya, Nawacita– Aplikasi Surat Keterangan Miskin (SKM) daring mulai diuji coba sejak 23 Januari lalu. Sistem yang bisa di unduh melalui alat komunikasi telepon pintar diharapkan mampu mempercepat proses pengurusannya. Sebab SKM ini nantinya bisa sebagai data untuk mengurus BPJS yang terblokir.

Khusnul Khotimah ketua komisi D DPRD Surabaya mengatakan sistem ini nantinya akan mempermudah orang yang dikategorikan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk mengurus SKM. Lalu nantinya SKM tersebut akan digunakan untuk mengurus BPJS yang terblokir.

“Gunanya untuk menginput data. Sehingga kalau BPJS terblokir mereka tahu harus kemana,” ujarnya.

Selain itu pengurusan MBR kini bisa melalui RW di masing-masing domisili. Nantinya setiap RW juga akan diberi tunjangan berupa perangkat Wifi untuk mempermudah pelayanan. Namun apabila ada warga sudah terlanjur sakit dan BPJS terblokir bisa diurus melalui Fasilitas Kesehatan (Faskes). Seperti Puskesmas, Rumah sakit dan lain sebagainya.

Walaupun demikian, untuk pengurusan MBR saat ini dikhususkan warga yang memiliki KTP Surabaya dan domisili di Surabaya. Padahal sebelumnya mengurus SKM cukup memiliki KTP Surabaya. Hal ini disampaikan oleh Febrica Rachmanita Kepala Dinas Kesehatan Surabaya.

“yang berbeda kali ini, dikhususkan untuk warga berdomisili dan ber-KTP Surabaya. Kalau dulu kan cukup KTP Surabaya. Sekarang harus tinggal di Surabaya,” terangnya.

Wanita yang akrab disapa Feni ini menambahkan apabila ada orang yang dikategorikan MBR berdomisili Surabaya namun tidak memiliki KTP Surabaya, lalu sakit maka orang tersebut menggunakan mekanisme T4. Yaitu dengan cara mengkomunikasikan dengan pemerintah daerah asalnya untuk selanjutnya di rujuk di Faskes yang ada di Surabaya atau daerahnya.

“untuk T4 beda lagi. Kalau ini nanti dikomunikasikan lewat Dinas Sosial lalu menghubungi asal daerah KTP yang dipegang si orang tersebut. Lalu ditindaklanjuti oleh Pemkot Surabaya atau daerahnya,” imbuhnya.

Feni melanjutkan sampai saat ini Pemkot sudah memiliki data SKM sebanyak 817 orang. Sedangkan untuk MBR sebanyak 655.882 orang. Selain itu, Aplikasi SKM online ini juga bisa mengakses surat keterangan bantuan kesehatan (SKBK), untuk kader, tukang gali kubur, dan lain sebagainya yang sudah di atur di Perwali.

“Ada juga SKBK untuk kader, tukang gali kubur dan lainnya. Itu juga bisa diakses online,” pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY