Berikut Nama-nama Calon Menteri yang Sudah Dipanggil Jokowi ke Istana

0
1443
Berikut Nama-nama Calon Menteri yang Sudah Dipanggil Jokowi ke Istana.
Berikut Nama-nama Calon Menteri yang Sudah Dipanggil Jokowi ke Istana.

JAKARTA, NawacitaPRESIDEN Jokowi memanggil para calon menteri Kabinet Kerja Jilid II sejak Senin (21/10/2019) hingga Selasa (22/10/2019). Berikut ini nama-nama calon menteri yang dipanggil Jokowi ke Istana hingga Selasa siang:

1. Mahfud Md

2. Nadiem Makarim

3. Wishnutama

4. Erick Thohir

5. Tito Karnavian

6. Airlangga Hartarto

7. Pratikno

8. Fadjroel Rachman

9. Nico Harjanto

10. Prabowo Subianto

11. Edhy Prabowo

12. Sri Mulyani

13. Syahrul Yasin Limpo

14. Agus gumiwang

15. Juliari P Batubara

16. Siti Nurbaya

17. Suharso Monoarfa

18. Basuki Hadimuljono

19. Fachrul Razi

20. Ida Fauziah

21. Bahlil Lahadalia

22. Zainuddin Amali

23. Christiany Eugenia Paruntu.

Sementara, Ketua DPR Puan Maharani mengungkapkan nomenklatur kementerian/lembaga yang berubah. Kata Puan Maharani, ada empat nomenklatur kementerian/lembaga yang berubah. Yakni, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan berubah menjadi Kemendikbud dan Pendidikan Tinggi (Dikti).

Baca Juga: Calon Menteri, Ini Profil Siti Nurbaya Bakar

Kemudian, Kemenko Maritim yang ditambah investasi, dan Bekraf bergabung dengan Kementerian Pariwisata. Kepastian perubahan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat konsultasi dengan pimpinan DPR di Istana Kepresidenan, siang kemarin.

“Contohnya seperti misalnya Kemendikbud itu Dikti-nya itu akan bersama dengan Dikti.”

“Karena Kemenristek (Kementerian Riset dan Teknologi) nantinya akan menjadi badan,” kata Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

“Kemudian, Kemenko Maritim nantinya itu akan bertambah menjadi Kemenko Maritim plus investasi.”

“Yang satunya itu Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) itu akan bergabung dengan (kementerian) Pariwisata,” sambungnya.

Puan Maharani memastikan, perubahan nomenklatur tersebut tidak bersifat krusial. Ia berharap DPR bisa segera bekerja sama dengan kementerian/lembaga. “Jadi tidak ada hal yang mengubah tata kementerian sampai kemudian harus ada reorganisasi yang besar-besaran.”

“Jadi harapannya adalah kerja sama antara DPR dengan pemerintah itu setelah nanti diumumkan dan dilantik menteri-menterinya bisa langsung bekerja sama,” jelas Puan Maharani. Mantan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin membenarkan adanya perubahan nomenklatur, dan beberapa kali Presiden Jokowi menyampaikan persoalan investasi.

Baca Juga: Mantan Ketum HIPMI Bahlil Lahadalia Dipanggil ke Istana

“Nanti kalau tidak ada perubahan lagi, nomenklatur baru yang namanya Kementerian Investasi,” ujar Ali Mochtar Ngabalin saat dihubungi, Jakarta, Senin (21/10/2019). Selain itu, kata Ali Mochtar Ngabalin, nantinya terdapat Kementerian Digital dan Ekonomi Kreatif, perubahan dari Badan Ekonomi Kreatif yang ada saat ini.

“Lalu ada kementerian di lingkungan hidup, kemudian agraria dan tata ruang, kemudian kehutanan,” beber Ali Mochtar Ngabalin.

“Kementerian Olahraga itu lebih diarahkan kepada semacam satu badan khusus setingkat menteri, kepala badan dan ada beberapa lagi (yang berubah nama kementeriannya),” paparnya. Kemarin, Jokowi memanggil sejumlah orang ke Istana Kepresidenan Jakarta, untuk ditunjuk sebagai menteri di Kabinet Kerja jilid II.

Mereka adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, CEO Gojek Nadiem Makarim, dan pendiri media NET Mediatama Televisi Wishnutama. Kemudian, Mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019 Erick Thohir, hingga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Ali Mochtar Ngabalin sebelumnya juga mengungkapkan bakal ada perubahan nomenklatur kementerian pada periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi. Menurut Ali Mochtar Ngabalin, Jokowi telah menerima sejumlah masukan dari beberapa pihak. Sehingga, bakal ada sejumlah nomenklatur kementerian yang diubah.

“Ada beberapa nomenklatur yang diubah oleh Bapak Presiden.”

“Karena dalam beberapa statement-statementnya presiden itu setelah ada pertemuan, kemudian saran dan masukan,” ujarnya di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Ali Mochtar Ngabalin juga menambahkan, pada periode kedua, pos jabatan wakil menteri juga bakal bertambah. Dirinya menyebut ada beberapa kementerian yang membutuhkan wakil menteri untuk melakukan pekerjaan teknis.

“Iya, karena ada beberapa kementerian dan lembaga dalam kerja teknis harus dilakukan oleh wakil menteri.”

“Karena itu tadi saya bilang ini, periode kedua ini akan lebih komplet.”

“Presiden sangat konsen terhadap masukan,” tutur Ali Mochtar Ngabalin. Ali Mochtar Ngabalin membeberkan, posisi wakil menteri bisa saja diisi dari kalangan partai politik yang sudah mendukung Jokowi. Meski begitu, Ali Mochtar Ngabalin menyebut, Jokowi lebih mengedepankan sosok yang kompeten untuk mengisi pos wakil menteri.

Baca Juga: Inilah Catatan Karier Sri Mulyani

“Cuma emang Presiden mengharapkan tingkat kompetensi yang menduduki pos-pos itu adalah mereka yang mempunyai kemampuan.”

“Dan yang terpenting itu mempunyai keberanian untuk menyampaikan ke publik apa yang sudah dikerjakan,” bebernya.

16 Menteri dari Partai Politik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut ada sekitar 16 orang dari partai politik akan menduduki posisi menteri di Kabinet Kerja jilid ll.

“Ya kurang lebih (16 orang dari parpol), saya belum hitung tapi kurang lebih,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Sebelumnya, Jokowi kerap menyebut komposisi menteri dari orang partai sekitar 45 persen dan kalangan profesional sebanyak 55 persen.

Menurutnya, susunan menteri saat ini sudah selesai dan akan diumumkan pada Senin (21/10/2019) pagi. Namun, Jokowi enggan menyebut menteri yang berasal dari partai politik, apakah ada dari partai di luar koalisi saat ini atau jug ada dari Gerindra, Demokrat, dan PAN.

“Besok dilihat dan menteri lama banyak tapi yang baru lebih banyak,” ucap Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun masih enggan membocorkan nomenklatur kementerian ke depan maupun lembaga baru.

“Besok lah dilihat,” imbuh Jokowi.

Jokowi mengaku susunan menteri Kabinet Kerja jilid ll telah selesai. Oleh sebab itu, dirinya akan mengumumkan jajaran pembantunya di lingkup eksekutif pada hari ini.

Baca Juga: Nadiem, Wishnutama, Erick Dinilai Belum Cocok Jadi Menteri

“Sudah rampung, selesai. Besok pagi saya kenalkan,” ucap Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Saat pengenalan menteri baru, kata Jokowi, dirinya akan didampingi oleh Maruf Amin sebagai Wakil Presiden menggantikan Jusuf Kalla.

“Besok pagi saya pagi saya kenalkan karena sore Pak Kiai Ma’ruf harus ke Jepang menghadiri penobatan kaisar baru,” tutur Jokowi. Sedangkan untuk pelantikan 34 menteri, Jokowi menyebut dapat dilakukan pada hari berikutnya.

“Dikenalkan dulu, kemudian dilantik,” ucap Jokowi.

trbnws.

LEAVE A REPLY