Korban Kasus Pengantin Pesanan dari Beijing di Pulangkan Kemenlu

0
353
Korban Kasus Pengantin Pesanan dari Beijing di Pulangkan Kemenlu.
Korban Kasus Pengantin Pesanan dari Beijing di Pulangkan Kemenlu.

JAKARTA, Nawacita – Pemerintah berhasil memulangkan 14 orang Warga Negara Indonesia korban kasus “pengantin pesanan” (mail-order brides).

Berdasarkan keterangan resminya, Rabu (4/9/2019), mereka dilaporkan telah tiba dengan selamat di Jakarta, pada Senin (2/9/2019). Tak hanya itu, mereka yang berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat dan Kalimantan Barat itu berhasil dipulangkan dari China melalui pendampingan KBRI Beijing.

Kasus “pengantin pesanan” marak terjadi melalui perantaraan agen perjodohan. Permasalahan muncul ketika agen perjodohan menggunakan modus penipuan untuk meyakinkan para pasangan.

Baca Juga: Kemenlu RI Pastikan Tidak Ada Korban WNI di Tragedi Srilangka

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L.P. Marsudi telah mengangkat isu ini dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri RRT Wang Yi, di Bangkok, Thailand, pada 30 Juli 2019.

Dalam pertemuan tersebut, Menlu Retno Marsudi meminta bantuan Pemerintah RRT agar kasus korban “pengantin pesanan” dapat diselesaikan dan bersama-sama dapat dicegah di masa mendatang.

Untuk itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah China yang telah menanggapi permintaan kerja sama tersebut secara positif.

Baca Juga: Kemenlu Belum Terima Konfirmasi soal Tiga WNI Tewas di Filipina

Ke-14 WNI itu diterima oleh Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kemlu, Andri Hadi, di Kantor Kemlu, Pejambon , dan selanjutnya diserahterimakan kepada Bareskrim Polri dan Kementerian Sosial untuk penanganan lebih lanjut di dalam negeri.

“Proses pemulangan ini adalah wujud kehadiran negara dalam perlindungan warganya sekaligus buah kerjasama yang erat dari berbagai pihak” ujar Andri.

Andri mengimbau kepada para WNI agar lebih berhati hati dalam melakukan pernikahan dengan warga asing. “Mengenal calon pasangan terlebih dahulu, tidak terbujuk rayu janji ekonomi dan mengikuti prosedur pernikahan dengan benar merupakan langkah pencegahan yang paling efektif,” tuturnya.

bsnws.

LEAVE A REPLY