Sejumlah WNA Bali Diduga Bekerja Tanpa Ijin Resmi

0
857

Denpasar, Nawacita – Saat ini diduga banyak warga negara asing (WNA) bekerja dan melakukan praktik bisnis di Bali tanpa izin atau dokumen lengkap. Sebagian besar WNA ini masuk ke Bali dengan menggunakan fasilitas bebas visa kunjungan wisata.

Bahkan tidak sedikit masa bebas visa kunjungan wisata oknum WNA telah habis, namun masih tetap menetap di Bali dan diduga bekerja atau membuka usaha. Sebagian besar oknum WNA yang diduga melanggar UU No 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian ini berada di daerah wisata Kuta dan sekitarnya.

Sebuah sumber kepada Nawacita.co membeberkan, diantara oknum WNA yang diduga telah melanggar UU No 6/2011 itu adalah Sunil Chandan, warga India. Sunil Chandan beserta istrinya Manisna Sunil dan anaknya yang masih balita Vidni Sunil diduga telah overstay karena masa berlaku bebas visa kunjungan wisatanya telah habis.

Menurut sumber, Sunil Chandan masuk ke Bali pada 2 April 2019 lalu dengan menggunakan fasilitas bebas visa kunjungan wisata. Sedangkan Manisna Sunil dan Vidni Sunil tiba di Bali pada 8 Mei 2019 lalu.

Sebagaimana diketahui, masa bebas visa kunjungan wisata hanya berlaku selama sebulan atau 30 hari. Setelah itu WNA yang memakai fasilitas babas visa kunjungan wisata harus meninggalkan Indonesia. Jika hal ini dilanggar, maka dapat dikenakan denda sebesar Rp 1 juta per hari.

Selain telah overstay, Sunil Chandan juga diduga telah membuka usaha hiburan malam berinisial DSTN di kawasan Kerobokan. Diduga kuat Sunil Chandan tidak mempunyai izin dalam membuka usaha hiburan malam ini.

Ketika Nawacita.co melakukan konfirmasi masalah ini, Selasa (3/9), Monika selaku HRD tempat hiburan malam DSTN mengaku bahwa Sunil Chandan telah mempunyai Kitas (Kartu izin menetap sementara). Namun saat Nawacita.co meminta bukti Kitas, Monika kemudian menghubungi seseorang bernama Juni melalui telepon seluler.

Monika lalu mempertanyakan proses pengurusan Kitas Sunil Chandan kepada Juni. Selanjut Monika mempersilakan Nawacita.co untuk mengkonfirmasi langsung kepada Juni.

Sewaktu berbicara ditelepon Juni mengatakan bahwa permohonan Kitas Sunil Chandan sedang dalam proses pengajuan. Untuk membuktikan hal ini benar, Nawacita.co lalu meminta Juni bertemu langsung hari ini, Rabu (4/9), guna memperlihatkan langsung bukti permohonan Kitas Sunil Chandan. Janji bertemu langsung ini ternyata tidak ditepati Juni. Nawacita.co sudah berkali-kali menelpon maupun mengirim sms kepada Juni, tapi tidak direspons. Hal ini tak pelak memunculkan dugaan bahwa permohonan Kitas itu hanya sebagai alasan untuk menjawab pertanyaan Nawacita.co.

Secara terpidah, Kabid Inteldakim Kantor Imigrasi Ngurah Rai Setyo Budiwardoyo saat dihubungi Nawacita.co membenarkan bahwa setiap WNA bisa dikenakan denda Rp 1 juta per hari jika tidak meninggalkan Indonesia apabila masa berlaku bebas visa kunjungan wisatanya telah habis.

“Itu sudah diatur dalam UU Keimigrasian,” tutur Setyo. Sumber Nawacita.co berharap aparat instansi terkait, khususnya Imigrasi dapat menyelidiki masalah ini.(GT)

LEAVE A REPLY