ISIS Klaim Dalangi Serangan Bom Ganda di Filipina

0
211
Ilustrasi.
Ilustrasi.

MANILA, Nawacita – Kelompok militan ISIS mengklaim bertanggungjawab atas serangan bom ganda di sebuah katedral Katolik Roma di selatan Filipina pada Minggu, 27 Januari. Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 21 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya luka-luka.

Berdasarkan laporan Kelompok Intelijen SITE, ISIS mengumumkan klaim mereka melalui sayap medianya, Amaq beberapa jam setelah serangan tersebut. Kelompok teror itu merilis pernyataannya beberapa saat kemudian, mengklaim ledakan itu dipicu oleh dua militan menggunakan sabuk berbahan peledak di pinggang mereka.

Namun, penyelidik Filipina mengatakan bahwa mereka tidak melihat adanya tanda-tanda ledakan bunuh diri. Demikian diwartakan Straits Times, Senin (28/1/2019).

Sebuah laporan awal mengatakan bom kedua yang menghancurkan tempat parkir tepat di luar halaman Katedral Our Lady of Mount Carmel di pulau Jolo, di provinsi Sulu yang berpenduduk mayoritas Muslim, kemungkinan dipasang pada sebuah sepeda motor. Sedangkan bom pertama kemungkinan diletakkan di salah satu bangku kayu di dalam gereja.

Ledakan ganda tersebut merupakan salah satu serangan terburuk di wilayah selatan Filipina yang bergolak dalam beberapa tahun terakhir.

Juru Bicara Komando Mindanao Barat militer Filipina, Kolonel Gerry Besana mengatakan rekaman kamera pengawas menunjukkan kelompok pecahan dari Abu Sayyaf mungkin berada di balik serangan tersebut.

Oknws.

LEAVE A REPLY