3 Korban Mobil Tercebur Sungai Brantas Tulungagung Berhasil Dievakuasi

0
231
Tim Penyelam Batalyon Intai Amfibi (Taifib) Surabaya dan SAR.

Tulungagung,Nawacita – Tiga penumpang mobil tercebur ke Sungai Brantas Tulungagung berhasil ditemukan. Tim Penyelam Batalyon Intai Amfibi (Taifib) Surabaya dan SAR gabungan mengevakuasi dan membawa tiga jenazah ke RSUD dr Iskak.

Posisi kendaraan dan ketiga korban pertama kali diketahui pukul 21.45 WIB di kedalaman kurang dari 10 meter. Seluruh jenazah para korban masih berada di dalam mobil. Lokasi korban berada sekitar 200 meter dari tempat kejadian.

Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Brian Gautama mengatakan satu korban yang berhasil dievakuasi adalah penumpang yang berada di kursi tengah. Sedangkan dua korban di kursi baris ketiga dievakuasi secara bergiliran.

“Jenazah pertama dievakuasi pukul 23.15 WIB, kedua pukul 00.10 WIB dan jenazah terakhir pukul 01.30 WIB,” kata Brian, Selasa (29/1/2019) dini hari.

Dijelaskan tim elite TNI AL tersebut, pihaknya mulai melakukan penyisiran bersama sekitar pukul 17.00 WIB. Mereka terlebih dulu melakukan penyelaman di beberapa titik yang dicurigai sebagai lokasi tenggelamnya mobil sesuai dengan keterangan saksi mata kejadian.

Tiga korban di dalam mobil tersebut adalah Fitri Nusyam (34) warga Kedungasem Surabaya, Siti Yuniati (32) warga Rungkut Lor Surabaya dan Siti Alfiah (61) warga Dusun Jati, Desa Pandansari, Kecamatan Ngunut Tulungagung.

Sementara Komandan Tim Taifib Marinir, Lettu Marinir Hairudin, mengatakan proses evakuasi ketiga korban membutuhkan perjuangan tersendiri bagi para penyelam. Sebab, jarak pandang di dalam air nol.

“Sehingga seluruh penyelam hanya menggunakan perasaan saja, pertamanya kami menganalisa lokasi dan posisi mobil di dasar sungai. Kemudian setelah posisi jelas, baru kami lakukan proses evakuasi jenazah korban. Tujuh anggota kami melakukan penyelaman secara bergantian,” ujar Hairudin.

Korban yang pertama dievakuasi berada pada kursi barus kedua atau tengah. Penyelaman untuk evakuasi korban pertama hanya membutuhkan waktu 5 menit dan langsung bisa dikeluarkan melalui pintu samping.

“Sedangkan untuk korban kedua juga kami lewatkan pintu samping, namun prosesnya lebih lama karena dia berada di baris ketiga. Proses penyelaman untuk korban kedua sekitar 12 menit,” imbuhnya.

Perwira pertama ini menambahkan, untuk korban ketiga membutuhkan waktu yang lebih lama. Karena kondisi badan yang telah membengkak dan lebih besar, sehingga tidak bisa dilewatkan pintu samping. Tim elite Marinir tersebut harus mengevakuasi dari pintu belakang.

“Kami butuh waktu 22 menit, penyelam terlebih dahulu harus membuka pintu kemudi untuk membuka pintu belakang, kemudian jenazah kami ikat, selanjutnya kami lewatkan pintu belakang dan langsung mengapung,” ujar Hairudin.

Dengan ditemukan ketiga korban, pihaknnya mengaku lega, karena misi kemanusiaan yang dilakukan telah berhasil dengan baik. Sedangkan untuk bangkai kendaraan masih berada di dasar sungai menunggu proses evakuasi selanjutnya.

“Untuk kendaraan kami menunggu perintah berikutnya, tapi kami sudah memberi tanda lokasi keberadaan mobil tersebut,” imbuhnya.

Sabtu (26/1), Mobil Toyota Avanza L 1147 BF yang dikemudikan Waridi (56) warga Rungkut Lor, Surabaya tercebur ke Sungai Brantas di Desa/Kecamatan Ngunut, Tulungagung saat antre menggunakan jasa penyeberangan perahu.

Mobil tersebut tiba-tiba melaju saat diparkir di turunan dermaga penyeberangan. Pengemudi berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan tiga penumpang masih dalam pencarian.

dtk

LEAVE A REPLY