Dituduh PKI, Yusril : Tuduhan itu terlalu naif

0
265
Yusril Isa Mahendra
Yusril Isa Mahendra

JAKARTA,Nawacita – Ketua umum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra menanggapi tudingan hubungannya dengan mendiang Partai Komunis Indonesia (PKI). Menurutnya tuduhan tersebut terlalu naif karena hubungan Yusril dengan Aidit hanya sebatas sesama penduduk Belitung.

“Sebenarnya enggak ada masalah, ya dibilang saya orang belitung Aidit orang Belitung, ya Aidit orang Indonesia anda orang indonesia juga, berati anda orang PKI juga? saya kira terlalu naif, berpikir seperti itu,” ujarnya di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Senin (12/11/2018).

Lebih lanjut, Yusril menjelaskan bahwa bapak dari Dipa Nusantara Aidit juga berasal dari golongan Partai Masyumi (partai orde lama). Tidak hanya itu bahkan ketika M.Natsir yang berasal dari ketua umum Masyumi ketika beradu gagasan dengan Aidit di DPR,namun hanya sebatas ideologi saja, dan tidak mengarah ke hal pribadi.

“Saya kira keluarga Aidit itu ada yang Masyumi dan PKI, bapaknya itu sendiri pak abdullah aidit itu masyumi,” tegasnya.

“Saya kira pimpinan kita di masa yang lalu memang seperti itu pak M.Natsir itu ketua Masyumi, Aidit itu ketua PKI, kalau sudah berdebat kaya orang mau berkelahi, tapi Aidit pas sidang DPR break bawa kopi, Pak Natsir ngerokok, mereka ngobrol masalah keluarga, enggak bicara soal politik,” lanjutnya.

Kendati demikian, Yusril mengingatkan bahwa seharusnya politisi harus belajar dari politik orde lama yang saling menghargai dan menghormati perbedaan pendapat antar dua kubu, sehingga konflik dapat dicegah lebih jauh.

“Jadi saya kira sekarang kita harus banyak belajar, perbedaan pendapat itu harus saling hormat menghormati, ini kadang kita sama teman enggak ada perbedaan ideologi, langsung dibawa ke masalah pribadi,” katanya.

Dia mengatakan seharusnya politisi dapat menimbang sebuah keputusan sebelum menyebarkannya ke publik, sehingga tidak memunculkan kegaduhan.

“Politik harus cerdas, seseorang bisa saja mengambil satu keputusan , keputusan itu dilihat sebagai suatu keputusan strategis dan sebagai pertimbangan politik,” tutupnya.

Sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra dituding memunyai hubungan akrab dengan mendiang Ketua Partai Komunis Indonesia (PKI) Dipa Nusantara Aidit setelah menjadi pengacara Capres dan Cawapres nomor urut 2 Jokowi- Maruf Amin pada pilpres 2019.

suaraindonesia

LEAVE A REPLY