Jaksa Bantah Tak Ada Selisih Kasus Novanto

0
288
Setya Novanto.
Setya Novanto.

Jakarta, NawacitaJaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah adanya perselisihan kerugian keuangan negara dalam dakwaan Setya Novanto dengan dua dakwaan terdakwa e-KTP lainnya.

Menurut Jaksa Wawan Yunarwanto, eksepsi terdakwa Setya Novanto yang mempermasalahkan selisih kerugian keuangan negara tidak benar. Sebab, BPKP telah melakukan audit kerugian keuangan negara dalam perkara korupsi e-KTP.

“Jaksa tidak sependapat dengan argumentasi termohon. Oleh karena itu, kami meminta untuk kembali dibaca secara seksama audit perhitungan kerugian negara,” kata Jaksa Wawan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (28/12/2017).

Jaksa Wawan juga meminta agar Setya Novanto dan tim penasihat hukumnya lebih cermat memperhatikan dakwaan. Sebab, dalam dakwaan itu sudah dijelaskan lebih terang tentang kerugian keuangan negara.

“Sehingga dakwaan JPU adalah sah menurut hukum,” tegasnya.

Sebelumnya, tim penasihat hukum Setya Novanto (Setnov), Maqdir Ismail berpandangan terdapat selisih kerugian keuangan negara dalam tiga dakwaan perkara korupsi e-KTP yang berbeda-beda.

Kata Maqdir, berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di awal, total kerugian negara akibat dugaan korupsi e-KTP, sebesar Rp2,3 triliun. Sedangkan, setelah dihitung kembali, kerugian negara mencapai Rp2,4 triliun.

inlh

LEAVE A REPLY