Pembacaan Vonis Dua Terdakwa Penyuap Patrialis Akbar Ditunda Pengadilan Tipikor

0
555
Ilustrasi Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
Ilustrasi Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Nawacita – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menunda pembacaan putusan terhadap Basuki Hariman dan Ng Fenny terdakwa penyuap Patrialis Akbar mantan Hakim Konstitusi.

Sebetulnya, pembacaan vonis dijadwalkan hari ini. Tapi, karena Mas`ud anggota majelis hakim sedang pergi haji, Hastopo yang ditunjuk sebagai hakim pengganti meminta waktu untuk mempelajari perkara.

Maka dari itu, Nawawi Pomolango Ketua Majelis Hakim Tipikor yang mengadili perkara ini memutuskan pembacaan vonis diundur pekan depan, hari Senin tanggal 28 Agustus 2017.

Pada persidangan sebelumnya, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menuntut Basuki Hariman pengusaha daging impor, pidana 11 tahun penjara serta denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Sementara itu, Jaksa menuntut Ng Fenny pegawai Basuki, pidana 10 tahun 6 bulan penjara, ditambah denda Rp250 juta subsider 3 bulan kurungan.

Menurut Jaksa KPK, kedua terdakwa terbukti memberikan uang suap buat Patrialis Akbar melalui Kamaludin, sebanyak 70 ribu Dollar AS, dan Rp4 juta.

Selain itu, Jaksa menyebut Basuki Hariman Direktur CV Sumber Laut Perkasa menjanjikan hadiah berupa uang Rp2 miliar kepada Patrialis.

Tujuan pemberian uang suap dan janji hadiah itu supaya Patrialis membantu memenangkan uji materi atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Sekadar diketahui, kasus dugaan suap ini terungkap sesudah Tim KPK menggelar operasi tangkap tangan dan mengamankan 10 orang yang diduga terlibat, hari Rabu (25/1/2017).

Sesudah memeriksa 1×24 jam dan melakukan gelar perkara, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka, yaitu Patrialis Akbar dan Kamaludin sebagai penerima suap, serta Basuki Hariman dan Ng Fenny sebagai pemberi suap.

ssby

LEAVE A REPLY